38

1087 Kata

“Astaga jantungku! Astaga Arsenio!” pekik Zia kesal karena melihat pria dengan boxer kini tergeletak di atas ranjangnya dan tidur dengan pulas. “Keluar, keluar Nio! Ih kau apa-apaan sih?! kenapa di sini? Apa kau tak ada mata kuliah, aku kesal sekali Tuhan, bantu aku untuk bernapas, bantu aku Tuhan.” Arsenio yang membuka matanya langsung bertingkah malas karena melihat tingkah Zia yang kesal. “Kenapa menggangguku? Aku hari ini sangat lelah karena tadi malam di laboratorium seharian, kau tahu sendiri kalau sudah semester ini akan sangat berat.” Zia mengangkat kedua tangannya. “Oke Zia Jaguer, jangan kesal tarik napas yang benar. Kau gadis baik yang lemah lembut dan tidak sombong. Kau tidak pernah melukai orang lain dan tak tega melihat orang tak tahu diri. Ayo Zia tarik napasmu.” Grep, pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN