Ron menghela napasnya. “Kuy, kita akan coba untuk beberapa bulan menjelang pernikahan. Tapi jika aku tetap tidak berselera padamu, aku mohon maaf kita harus mengakhiri kontrak ini.”
Ron mencoba menghubungi pengacara setelah selesai bicara pada Sinar. “Tuan, apa saya perlu berdiri?!”
“Tidak, di sana saja! Tak masalah, kau tidak mempengaruhi diriku sama sekali. Jadi santai saja, aku senang ada wangi wanita di dekatku.”
Sinar hanya mengangguk bodoh, dia tidak tahu sejak kapan menginginkan Ron begitu kuat. Apa karena dia sudah banyak mengetahui tentang pria ini dari orangtuanya atau karena hal yang lain dia tidak tahu.
Sejak pertama kali dia bertemu Ron hingga saat ini Sinar tak berhenti berdebar saat menatap matanya. Warna mata amber itu terlihat begitu indah di balik senyum menawan yang selalu dia berikan.
“Tuan, maafkan saya. Orangtua Nona Sinar tidak akan terima ini. Dia akan membuat banyak masalah jika tahu anda membatalkan kontraknya.”
“Kenapa? Aku akan tetap membayar mereka, apalagi masalahnya di sini?”
“Tapi anda tak akan membayar biaya menyusui dan mengurus anak, bukan? Karena Nona tak jadi menikah dengan anda Tuan. Jadi ini akan sulit jika di lihat betapa ibunya terlalu menginginkan uang. Jadi kita tak boleh menyalahi aturan sedikit pun agar masalah ini tak membuat anda pusing.”
“Ah.” Ron mengusap wajahnya. “Baiklah kalau begitu aku matikan sekarang karena tak ada gunanya bicara lebih lama denganmu. Aku hanya jadi lebih gila karena semua ini.”
Panggilan itu terputus, dan sang pengacara yang sudah mendapat ancaman dari Nyonya Sia hanya bisa menelan saliva saja. Sepertinya beliau sudah tahu hal ini akan terjadi. Tapi dia tak menyangka akan terjadi lebih cepat dari dugaan.
“Apa yang terjadi Tuan, kenapa anda begitu gelisah?!”
“Aku tidak bisa membatalkan kontraknya, jadi kau tetaplah di sisiku setelah kita bertunangan karena kita harus memiliki waktu bersama lebih banyak. Kau tahu sendiri bahwa aku sangat sibuk, tak mudah bagi kita untuk bertemu dan aku pun tak bisa menidurimu begitu saja.”
“Saya mengerti Tuan.”
“Aku tak suka seks yang tidak menyenangkan. Aku sangat kesal bila memikirkan apa yang terjadi setelah pernikahan kita.”
Wajah Sinar terlihat sangat cemas, dia tak bisa berkata apapun saat ini. Hanya saja ada perasaan lega saat mendengar pernikahan ini akan tetap terlaksana.
Agaknya Sinar sudah terkena pesona Tuan Ron yang begitu luar biasa. “Saya akan berusaha yang terbaik untuk anda, Tuan. Saya mohon anda jangan frustasi seperti ini.” Sinar melipat bibirnya cemas karena Ron terus saja mengacak-acak rambutnya.
“Bagaimana kalau usahamu gagal? Katakan padaku harus bagaimana?”
Sinar menelan saliva, “Saya akan berusaha Tuan, tolong jangan remehkan saya seperti ini. Tapi jika anda benar-benar pada akhirnya tak berminat pada saya, maka berikan kepada saya kontrak itu untuk di batalkan. Saya jamin tidak akan ada yang menyulitkan anda.”
Ron menatap wajah Sinar, dia tak berminat sama sekali. Entah bagaimana caranya nanti yang jelas dia akan mencobanya sedikit demi sedikit.
“Kembalilah ke kamarmu, besok kita akan bertunangan. Aku tidak ingin terlihat kacau. Semua keluargaku juga akan datang, mereka sedikit mengerikan jika komentar tentang penampilan. Makanya aku juga butuh wanita cantik untuk jadi istriku.”
Sinar mengangguk, baiklah Tuan.
Besok paginya matahari begitu kasar memasuki kamar Ron yang masih tertidur lelap. Dia melihat betapa Mommy tidak sabar hingga menerobos kamar dan saat ini berdiri di hadapannya.
“Semua adik dan sepupumu datang, coba bangun dan kau lihat mereka menonton dirimu yang masih tertidur.”
Ron yang terkejut pun langsung terduduk, dia menatap di sekelilingnya. “Ah yang benar saja, kenapa kalian masuk ke sini! Aku sudah menggunakan kode akses yang paling sulit.”
“Cih, memangnya apa yang sulit bagi kami semua.” ucap Clafi yang kini berusia 19 tahun dan di juluki gadis pemarah! Kini dia pun hanya bisa menghela menatap sang kakak. “Aku datang dari Amerika khusus untukmu. Pikir saja, karena kau aku tak kunjung di izinkan untuk menikah. Aku benar-benar ingin menangis sekarang.”
“Eh, eh! Apa yang kau lakukan! Jangan main drama di sini. Kau masih sangat muda, apanya yang menikah? Jangan gila dan mengatakan hal bodoh.”
“Aku sungguh-sungguh kak, aku ini perempuan. Pria mana yang mau menikahiku jika seperti ini.”
“Tenang ada aku sayang!”
“Hentikan Arsenix, aku terlanjur muak denganmu.”
“Kau pikir kenapa aku belum memiliki wanita? Itu karena kau sayang! Aku sangat mencintaimu.”
Clafi hanya menggelengkan kepalanya saja, dia tak kuat berpikir saat ini. Apalagi harus menanggapi playboy cap kapas! “Dia bilang hanya mencintaiku Mom, tapi setiap malam dia tidur dengan wanita lain secara bergantian. Bahkan di kampus dia sangat terkenal sebagai playboy. Haduh, padahal cita-citanya menikah muda! Dasar berengsek.”
Sia hanya terkekeh dan memilih pergi jika Clafi sudah mulai mengadukan tingkah Arsenix yang tak jelas. Tapi sesungguhnya Sia dapat mengerti, dia pria tampan nan kaya. Menunggu Clafi untuk menikah muda tidak mudah. Lagipula Arsenix sangat menghargai Clafi, makanya dia meniduri wanita bayaran bukan wanita yang dia cintai.
Suara pintu yang tertutup membuat Ron langsung berdiri.
“Hey kembar tiga apa kabar kalian?!”
Arsenil terkekeh sembari mendekat, “seperti biasa, tampan, kaya, berpendidikan dan ah… masih banyak lagi.”
Wajah Ron langsung seperti menyesal telah bertanya, “apa mereka datang?!” tanya Ron pelan sambil berbisik.
“Siapa maksudmu?!”
“Zea dan Zia, siapa lagi. Aku agak gugup kalau ada mereka di sini, selain cerewet rasanya aku tak sanggup-” Ron menghentikan kalimatnya. “Ah sudahlah.”
“Kenapa sih? Coba katakan pada kami! Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Apa kau tidak tahu kabar terbaru paman?!”
“Arsenio, sudah aku bilang panggil aku kakak saja!”
“Oh iya, aku lupa. Kakak tahu tidak kabar terbaru!”
Ron mendekat pada Arsenio. “Katakan dengan cepat, jangan buat aku penasaran padamu. Apa yang terbaru? Aku benar-benar ketinggalan.”
“Zea, dia menolak lamaran pria berkali-kali selama satu bulan ini. Dan dia bilang sudah memiliki kekasih impian. Karena hal itu paman Zeo mengamuk dan marah besar, dia juga memarahi Zea habis-habisan. Oleh karena itu Zea akan tinggal di sini untuk beberapa waktu.”
Deg, jantung Ron langsung tidak berfungsi.
Hah bagaimana ini, dia akan melihat Sinar dan aku terus bersama. Bagaimana caranya aku menghadapi Zea. Dia tak bisa di kendalikan dengan mudah, lalu jantung ini kenapa berdebar setiap mendengar nama bocah itu.
“Kenapa kau mematung? Cepatlah bersiap karena kita tak boleh terlambat sama sekali, tunanganmu itu sudah hampir siap, jadi bergegaslah. Kami akan keluar sekarang!”
Clafi mengajak Arsenio, Arsenil dan Arsenix keluar dari kamar itu. Mereka berempat sangat akrab, pertama karena berada dalam satu kampus yang sama dan mereka berempat selalu saling membantu.
Ron menghela napasnya! Dia tak bisa mendengar nama Zea sama sekali, dia tak bisa mengendalikan dirinya. Gadis berumur 22 tahun itu memiliki suatu hubungan yang tak biasa. Tak ada yang tahu tentang mereka berdua, Ron selalu menjaganya rapat-rapat. Dia tak ingin memicu pertengkaran antar keluarga.
Ah bisa-bisanya dia memilih untuk tinggal di sini saat semua sudah terjadi, saat aku akan bertunangan dan menikah dengan wanita lain.
Ron mencoba untuk menghapus apapun tentang Zea dari pikirannya, dia tak bisa seperti ini. Zea bukanlah wanita yang tepat untuk dirinya. Dia kekanakan dan terlalu cerewet. Ron tidak akan sanggup bersamanya, pria itu terus menggores hatinya seperti itu.