Cerita

1887 Kata
Pagi harinya, Aya sudah sibuk membuat sarapan. Karena kemarin memang cuti terakhirnya maka Aya hari ini berangkat ke rumah sakit untuk bekerja. Berbeda dengan Diaz yang memang masih cuti karena akan bertugas . "Yuk sarapan" ajak Aya pada Diaz yang tiba tiba muncul dibelakangnya dan hanya diangguki Diaz. Mereka sarapan dengan keheningan tidak ada suara selain suara sendok yang beradu dengan piring. Setelah selesai sarapan Aya membereskan semuanya, kemudian Aya mandi dan bersiap pergi ke rumah sakit. "Mas aku berangkat dulu ya"ucap Aya sambil mengulurkan tangannya "Yaudah ayo" Diaz beranjak berdiri dari sofa. "Kamu mau kemana?"tanya Aya bingung "Ya anterin kamu, emang kamu mau naik apa mobil kamu masih dirumah papah kan" seketika Aya menepuk jidatnya ia baru ingat. "Ayo kok malah diam" ucap Diaz sambil menarik tangan Aya lembut. Di rumah sakit Aya menuju ruangannya dengan senyum mengembang. Aya sudah melupakan apa yang terjadi kemarin. Aya percaya Diaz tidak akan menghianatinya. Di dalam ruangannya ternyata sudah ada teman teman Aya. "Ceilehh pengantin baru kayaknya seneng banget nih" celetuk Miranda "Ya gituu"ucap Aya cuek "Gimana rasanya ya enak gakk? Itu anu tahan berapa lama"tanya Sarina terkekeh "MESUMMM" teriak mereka barbarengan. Aya masih bingung kenapa teman temannya meneriaki Sarina m***m dan apa yang enak dan tahan lama. "Oh iya gaes gue kangen banget sama Kak Rizal kapan ya bisa ketemu lagi" keluh Mytha pada teman temannya. "Kenapa ga tanya Aya kali aja kenal, kan suami Aya TNI siapa tau bawahannya atau temennya gitu" ucap Lamira memberikan ide. "Lu kira TNI cuman dikit masuk satu batalyon ada sekitar 300-1500 prajurit mau cari satu satu. Lagian bisa aja beda kompi sama laki gue " ucap Aya pada teman temannya. "Bawahan laki lu apa temennya laki lu ada ga ya yang namanya Rizal" tanya Mytha pada Aya "Kurang tau sih, emang pangkatnya apa?"tanya Aya "Mana gue tau, misalkan gue ngomong aja di diemin"ucap Mytha membuat teman teman nya tertawa "Pas waktu lu dianter ke RS katanya dia pakek seragam kan nah tu di bahunya atau di kerah bajunya ada berapa balok ?"tanya Aya "Berapa ya bentar....... Emmmm...... 2 ehh 3 iya ada 3 balok seinget gue" ucap Mytha sambil memegang dagu. "Pangkatnya sama kek laki gue dong, dia kapten Myth beda kompi berati sama suami gue tapi kemungkinan kenal sih"ucap Aya "Ihh masa sihh Kapten wah calon persit juga gue"ucap Mytha sambil tertawa "Emang Dia MAU sama LOE" Mytna hanya meringis sebagai respon. "Ay nanti tanyain sama laki lu dongg mintain nomor ponsel tentara yang namanya Rizal gitu"ucap Mytha penuh harap. "Nanti gue tanyain, tapi kalo suruh mintain nomor ponsel gue ga janji karena kan mereka tentara bukan rakyat sipil"ucap Aya dan dianguki oleh Mytha Mereka berenam kini kembali dengan tugas masing masing. Ada yang mengecek kondisi pasiennya, ada yang melakukan operasi,dan tugas dokter lainnya. Saat istirahat makan siang mereka berenam makan siang bersama. Bercanda gurau tawa dan senyum bahagia terukir di wajah mereka. Setelah jam istirahat habis mereka kembali profesional dengan tanggung jawab mereka sebagai dokter. Waktupun berlalu dan sudah saatnya pulang. Aya tidak langsung mengabari Diaz untuk menjemputnya, Aya malah mengirim pesan kepada Lettu David. Me : Assalamualaikum, benar ini Lettu David? Lettu David : Waalaikumsalam,iya saya sendiri maaf anda siapa dan dapat nomor saya dari mana? Me : Oh Lettu david masih jomblo ya pantas sendiri? Saya Aya istrinya Mas Diaz ,saya dapat nomor anda ya dari ponsel suami saya Lettu David : Iya saya masih jomblo jangan ngejek mbak?, maaf sebelumnya ada apa menghubungi saya? Me : Oh begini Lettu david sekarang ada waktu tidak,ada yang mau saya tanyakan dan apa bisa ke Cafe Laskar sekarang? Lettu David : Bisa mbak Me : Kalau begitu saya tunggu disana, Assalamualaikum Lettu David : Iya,Waalaikumsalam mbak Setelah itu Aya menelpon Diaz "Assalamualaikum mas, hari ini aku boleh ketemu temen dulu gak?" "Waalaikumsalam ,boleh sebentar saya jemput kamu" "Eitsss, ga usah jemput nanti aku pulang sendiri aja yaaa please janji ngga lama kok" "Ya sudah, jangan malam malam nanti pulangnya hati-hati" "Iya mas,makasih ya Assalamualaikum" "Waalaikumsalam" Tepat setelah Diaz mematikan telepon dari Aya, Diaz mendapat telpon dari David. "Assalamualaikum, bang" "Waalaikumsalam,ada apa?" "Siap izin menyampaikan, tadi istri abang menghubungi saya" "Dapat dari mana nomor kamu dan untuk apa menghubungi kamu" "Siap izin, katanya mau menanyakan sesuatu bang dan istri abang meminta saya menemuinya di Cafe Laskar serta katanya mendapat nomor ponsel saya dari ponsel abang." "Ya sudah, temui dia dan nanti kabari saya apa saja yang dia tanyakan sama kamu" "Siap izin, baik bang" "Terimakasih" "Siap, sama sama bang. Assalamualaikum" "Waalaikumsalam" Setelah menutup telpon dari David, Diaz tersenyum. "Aya Aya ternyata kamu masih ragu dengan saya sampai kamu menemui David diam-diam dengan alibi bertemu teman pantas saja tidak mau dijemput." Diaz tidak marah, ia akan membiarkan apa yang dilakukan istrinya ini. Ngomong ngomong soal Lettu David, dari segi umur memang David lebih tua walaupun mereka teman semasa sekolah. Tapi dari segi senioritas, tentu Diaz lebih tinggi. Karena saat pendidikan, Diaz dua tingkat diatas David. Sehingga David memanggil Diaz dengan sebutan abang. Karena sudah memasuki waktu sholat Magrib, Aya menuju mushola terdekat untuk sholat. Setelah sholat, Aya kembali menuju Cafe Laskar. "Lho mbak kok tumben ke cafe mau ngecek ya?"ucap salah seorang waitress "Ngga, saya mau ketemu temen saya aja"ucap Aya "Temen apa pacar nih mbak cie cie"ucap waitress itu kembali sambil terkekeh "Temenlah kalo pacar nanti suami saya marah"ucap Aya sambil tertawa karena melihat ekspresi shock karyawatinya "Apaa Sejak kapan mbak menikah?"tanya karyawati Aya karena Aya tidak pernah jalan atau membawa pria ke cafe tersebut "2 hari yang lalu maaf ya ga ngundang, buatin saya lemon tea"ucap Aya "Siap mbak laksanakan"jawabnya sambil mengacungkan jari tanda oke. Tak butuh waktu lama pesanan Aya sudah siap. Seorang lelaki berbadan tegap memasuki area cafe, David sebenarnya lupa dengan wajah istri kaptennya, dan kemudian menghubungi untuk mengetahui dimana posisinya. Send to Istrinya Kapten Mbak dimana saya sudah sampai Tidak ada balasan dari pesannya, tapi David tidak sengaja melihat wanita di meja nomor 2 kemudian berjalan menuju meja nomor 2 karena dari tadi wanita itu menatapnya lekat. "Lettu David ya?" ucap Aya sambil menunjuk Lettu David dengan jari telunjuk. "Mbak istrinya Bang Diaz?" ucap Lettu David dan diangguki oleh Aya. Aya mempersilakan David untuk duduk. "Mau pesen minum dulu?"tanya Aya dan Lettu David mengangguk, waitress datang menghampiri dan mencatat pesanan David, David memesan secangkir ristretto. Tak berselang lama pesanan David datang. "Mbak maaf memang apa yang anda akan tanyakan, saya tidak enak jika kapten mengetahuinya" ucap David Padahal sebelum berangkat ke Cafe Laskar David memberi tahu Diaz terlebih dahulu. "Saya tidak akan bertele-tele, saya cuman mau tau masa lalu Mas Diaz, siapa saja wanita yang pernah dekat dengan dia atau yang pernah menjadi kekasihnya" ucap Aya to the point Uhukk...uhukk...uhukk David tersedak saat meminum ristretto nya dan mendengar pertanyaan Aya. "Maaf lebih baik anda bertanya pada kapten saja mbak"ucap David "Saya disini bertanya pada anda yang sebagai sahabat suami saya bukan anda yang sebagai Letnan Satu anggota tim yang dipimpin suami saya!"ucap Aya dengan suara tegas "Gilee gak suami gak istri tatapannya menusuk semua emang jodoh nih dua orang"batin David dalam hati. "Kalau anda tidak mau memberi tahu saya, saya akan membuat kegaduhan agar anda dikira menyakiti saya. Asal anda tau saya pemilik cafe ini dan karyawan saya tidak segan segan untuk membuat anda dalam masalah kemiliteran karena membuat keributan dengan masyarakat sipil."ucap Aya penuh intimidasi serta ancaman "Gak suami gak istri senengnya ngasih ancaman"gumam David dan masih terdengar oleh Aya "Saya mendengarnya, jadi bagaimana?" tanya Aya "Baik, saya akan mengatakan apa yang saya ketahui"ucap David terpaksa "Pertanyaan pertama saya siapa saja yang pernah dekat dengan Mas Diaz, Sebutkan!?" "Ehem.... Emm eee jadi yang dekat sedikit tetapi yang ngaku banyak mbak"ucap David gugup. Entahlah kenapa dirinya merasa takut dengan tatapan istri kaptennya ini. David tidak pernah seperti ini sebelumnya "NAMA!"ucap Aya dengan penekanan. "Okay Okay sabar mbak, jadi dulu ada seorang wanita yang dekat dengan abang kedekatannya tidak seperti Shinta tetapi mungkin bisa dibilang spesial tetapi mereka tidak jadian.Shinta itu sa---"ucapan David terpotong karena Aya menyela ucapannya. "Saya tau siapa itu Shinta, lanjutkan tentang wanita tadi beserta NAMA!"ucap Aya "Wanita itu bernama Lucia Chrysthina Pawestri dan panggilannya Cia. Abang tipe orang yang cuek apalagi dengan wanita begitu juga sikapnya pada Cia." " Cia wanita yang baik, ramah, lemah lembut, cerdas, dan sangat manis terdapat lesung pipi di kanan dan kiri pipinya saat tersenyum. Tapi dibalik itu Cia wanita yang tangguh dan kuat dia jago karate ia dulu sangat ingin masuk di AKMIL." "Mereka menjadi akrab karena suatu peristiwa yang saya tidak bisa beritahu, anda bisa bertanya suatu saat pada suami anda." "Kami kenal Cia sejak menginjak kelas 2 SMP. Dari tatapannya dulu Cia memang sudah mengagumi abang saat awal bertemu. Sejak mereka akrab, Cia adalah satu satunya wanita yang bukan keluarga yang bisa membuat abang bisa tersenyum layaknya manusia." "Singkat cerita, Cia menyatakan cintanya. Abang tidak menolak ataupun menerima, jawabannya mengantung antara ya dan tidak." "Tunggu,apakah Mas Diaz menyukai wanita itu?"tanya Aya "Saya tidak mengerti tapi menurut saya abang cukup nyaman berada di sisi Cia." "Lalu dimana Cia sekarang?"tanya Aya penasaran dan diselimuti ketakutan. Iya Aya takut jika Diaz akan meninggalkanmu demi Cia jika Cia datang kembali ke hidup suaminya. "Mungkin dia telah di syurga"ucap David sambil terbayang wajah manis Cia "Maksudnya?" heran Aya "Pada saat kenaikan kelas 3 SMP, Cia menjadi mualaf. Harapan Cia setelah menjadi mualaf adalah bisa bersama dengan abang. Tetapi hal itu di tentang oleh kakaknya, sebenarnya kakak Cia juga menyukai abang dan tidak suka saat Cia dekat dengan abang." "Bahkan kakak Cia pernah melakukan kekerasan pada Cia agar menjauh dari abang tapi tetap Cia tidak menjauh. Dan saat kelulusan SMP Cia menanyakan lagi perasaan abang padanya, Diaz tidak pernah menjawab bagaimana perasaannya" "Abang selalu beralasan ingin fokus pada pendidikannya. Tapi saya sedikit tau jika mereka benar bersama saya yakin keluarga abang terutama Ayahnya pasti tidak akan merestui hubungan keduanya" ucap David sambil menghela nafas. "Kenapa?"tanya Aya "Karena Cia mualaf, bukan memandang sebelah mata atau bagaimana tetapi ayahnya abang hanya ingin putranya mendapatkan pasangan yang sedari lahir satu iman dan satu amin."Jawab David "Maksud saya begini, jika seseorang mengubah agamanya hanya karena cinta apakah dia akan bisa untuk bertahan, bagaimana jika cintanya pudar apa imannya juga akan ikut pudar? Dan keluarga, apakah keluarga mereka mampu menerima dengan ikhlas salah satu putri mereka mengubah kepercayaan hanya karena cinta, bukankah itu hanya akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan" "Lalu apa yang terjadi dengan Cia?"Aya kembali bertanya "Setelah kelulusan itu Cia melanjutkan SMA di luar negeri, sebelum berangkat Cia meminta abang untuk datang mengantarnya ke bandara tapi abang tidak bisa datang dan di sambungan telepon Cia meminta abang untuk berusaha mencintainya karena saat Cia kembali ia ingin mendapat jawaban ya." "Namun naas pesawat yang ditumpangi Cia mengalami kendala hingga tercebur ke laut dan jasad Cia sampai saat ini belum ditemukan. Diaz menjadi merasa bersalah hampir setengah tahun. Abang selalu merasa ketakutan kehilangan seseorang yang berarti di hidupnya." "Sikap Diaz semakin hari semakin tidak tersentuh." ujar David selesai bercerita. Tatapan sendu Aya membuat David iba, siapa yang tidak bersedih jika mendengarkan cerita masalalu suaminya yang pernah kehilangan seseorang yang berarti di hidupnya. Setelah beberapa saat mereka mengobrol akhirnya mereka pulang. Lettu David sudah menawarkan untuk memberi tumpangan tetapi Aya menolak dengan alasan tidak mau merepotkan padahal alasan sebenarnya adalah karena Aya tidak mau Diaz tau bahwa dia bertemu Lettu David untuk menanyakan masalalu Diaz.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN