Diaz menoleh ke arah Aya, ia melihat Aya benar benar sangat cengeng. Diaz menghembuskan napas kasar. Diaz keluar dari kamar, ia turun ke dapur. Di sisi lain Aya menangis matanya ia tutupi dengan lulut, ia merasa tidak di percaya oleh Diaz. Ia merasa bukan menjadi istri yang sebenarnya karena memang Aya tidak tau apapun tentang masalalu Diaz. Apalagi ada hal yang benar benar mengganggu perasaannya. "Apa yang ingin kamu tahu tentang saya?" Diaz tiba tiba sambil menyodorkan teh hangat untuk Aya. "Semua-- aku ingin tau semua tentang kamu pendidikan kamu, wanita itu siapapun yang pernah ada di hidup kamu dulu aku ingin tau" Aya berucap pelan. Diaz membantu Aya untuk minum agar ia lebih tenang. Hening, Aya masih menunggu Diaz untuk bercerita,tapi Diaz hanya diam. "Saya masuk seko

