"Gimana-gimana?" "Gimana apanya?" "Tu anak semalam masakin Pak Bagas nasi goreng. Gue pengen tau, Pak Bagas masih bisa bernafas apa gak?" Ceplos Dyra. "Gue sih cuma bisa mendoakan yang terbaik. Syukur-syukur bisa, soalnya dari tadi gue belum lihat doi." Jovita dan Lara serentak tertawa mendengar jawaban asal Dyra. "Loh bener kan?" "Beneran Al? Tumben banget," tanya Lara. "Iya. Gue masakin Pak Bagas nasi goreng spesial pake telur dadar," jawabku lesu. Aku melipat tangan keatas meja kerja Dyra. Merebahkan kepalaku yang terasa semakin berat. "Ngantuk gue. Pengen tidur." "Kenapa? Lo disakitin lagi?" Aku menggeleng. "Katanya nasi goreng buatan gue enak. Tapi gue ragu, enak beneran atau enak cuma untuk nyenengin gue. Soalnya Pak Bagas ngejawabnya kayak sambil bengong gitu. Pas gue tanya

