"Oma gak bisa kayak gitu." "Kenapa Oma gak bisa? Oma punya segalanya, kalau kamu lupa. Apa yang Oma gak bisa? Sebutin." "Oma, tapi Alana beneran bisa cari sendiri. Oma gak perlu repot-repot. Alana juga punya banyak temen kok yang usianya sama kayak Alana." Aku berjalan cepat mengejar Oma. "Alana sebutin pun, Oma gak bakal kenal. Tapi usia mereka sama kayak Alana. Alana bakal deketin kalau Oma mau." "Temen mu gak ada yang beres. Udalah, ikutin apa kata Oma aja. Oma gak bakal macem-macem." "Itu karena Oma cuma baru lihat dua orang aja. Lainnya enggak kok. Beres semua. Alana juga bisa jaga diri Alana. Alana gak bakal salah pilih. Alana lebih tau mana yang baik dan mana yang enggak untuk Alana, bukan Oma. Ini hidup Alana, bukan Oma. Kenapa sih Oma selalu seperti ini?" Rasanya ruang keluar

