Selain membawa mobil sendiri, alasan lainnya adalah aku tidak ingin merasa berterimakasih sebab sudah dijemput dan diantar pulang olehnya. Juga, kalau memang laki-laki bernama Bara itu tidak sebaik yang Oma katakan, aku akan langsung memilih pulang. Tidak menunggunya. Pak Bagas muncul setelah lima belas menit aku menunggunya. Siduda ganteng milikku itu berinisiatif sendiri mengambil mobilku dari parkiran. Teriknya matahari membuatnya bergegas merampas kunci dari tanganku. Takut aku gosong katanya. Tepat sekali, jam juga sudah menunjukkan pukul satu siang. Dimana matahari sedang terik-teriknya. "Senyum dong." Pak Bagas menyugar rambutnya lalu mengembalikan kuncil mobil ku. "Padahal saya bisa ambil sendiri." "Deket sayang, gak pakek rindu. Lagin saya lagi senggang ini, baru selesai maka

