Part 30

1529 Kata

"Masuk lo," dorong Nanta. "Lo lah, masa gue?" "Kan lo yang punya urusan," ujar Nanta lagi. Semakin mendorongku hingga hampir terjatuh. Emang hidupku gak akan pernah jauh-jauh dari kata jatuh. "Lo jangan dorong-dorong, anjir. Gue lagi deg-degkan ni. Kalau gue jatuh beneran gimana? Kan gue gak jadi keren lagi." Nanta memukul dahiku, "Ck, dorong dulu pagarnya." Aku mengangguk. "Tapi lo yang masuk duluan ya? Kan lo cowok, seharusnya lo yang maju duluan dong." "Wah bener-bener. Ngelunjak ya lo. Ini urusan lo, bukan gue. Gue tugasnya cuma nyetirin lo." Nanta mendengus kesal. Maju beberapa langkah, lalu mendorong pagar tanpa berucap sepatah katapun. "Nan, pake Bismillah dulu," ujarku melihatnya tanpa ragu melangkahkan kakinya masuk. "Diem lo. Kebanyaan gaya, masalah gini doang kagak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN