Banyak hal yang Daniel pikirkan saat ini, mulai dari menuduh Biandika yang menjadi dalang di balik penculikan Dhita, menebak apa yang akan dilakukan Biandika setelah ini dan terutama yang paling mengganjal di hati adalah kondisi Dhita saat ini. Pulang dari rumah Dhita, dia langsung pergi ke rumah sakit. Di perjalanan dia mempersiapkan diri, melatih menahan emosi. Sudah menjadi pakar dia menahan amarah, dan sepertinya dia harus berterima kasih kepada Biandika karena membuatnya bisa sampai sesabar ini. Menanyakan kamar Dhita kepada resepsionis bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, ini rumah sakit milik keluarga Dhita. Baru saja Dhita diculik, tentu saja mereka ingin melindungi Dhita dari ancaman bahaya. Berdiskusi panjang lebar, sedikit berdebat santai, akhirnya Daniel diizinkan masuk. Kebetul

