Julukan diam-diam menghanyutkan itu pantas disandang oleh Daniel. Tetap santai, tapi diam-diam merencanakan sesuatu. Mana bisa Daniel diam saja setelah mengetahui kronologi penculikan Dhita. Dave berkali-kali memperingatkannya untuk tidak membahas soal penculikan itu di depan Dhita. Pelan tapi pasti, dia memancing Dhita agar bercerita secara sukarela. Tanpa membuat Dhita merasa tertekan, Daniel bisa tahu segalanya. Lama menemani Dhita di rumah sakit. Berjalan-jalan santai mengitari area rumah sakit. Terakhir menyuapi Dhita bubur sampai habis. Sepulang dari sana—sesuai rencana yang sudah disusun—Daniel pergi ke penjara. Menemui penculik Dhita. Sudah sore memang, tapi pihak polisi pasti memberikannya izin. Di sana, ada temannya sewaktu SMA yang kebetulan adalah polisi di sana. “Daniel?!”

