Jalanan malam hari begitu longgar. Beberapa kendaraan melintas bisa dihitung jari. Angin mengembus kencang, meniupkan lilin yang sudah Agam nyalakan. Tidak ada lelahnya Agam menghidupkan lilin itu kembali. Hari yang amat spesial bagi Gisel, dia lupakan. Tinggal setengah jam lagi sebelum hari berganti. Agam menengadah menatap tingginya bangunan apartemen. Lantai 13 yang berarti apartemen Gisel sudah gelap. Pertanda bahwa Gisel sudah tertidur. Kakinya melangkah cepat, masuk ke dalam apartemen dan masuk ke dalam lift tujuan lantai 13. Tiba di sana, Agam menekan bel sampai beberapa kali. Untuk kali ketiga dia menekan bel, pintu apartemen terbuka. Seorang wanita berpiama pink pastel menampilkan wajah keterkejutannya. Rambut panjangnya berantakan serta kelopak mata yang masih redup, menandak

