Bab 45

1562 Kata

“Agam?” Seseorang yang dipanggil namanya pun menoleh. Dhita tersenyum semringah melihat satu sahabatnya lagi datang. Wajah Gisel tampak sangat terkejut melihat Agam ada di sini. Ada perasaan khawatir tertanam di dalam diri Dhita, takut Gisel salah paham padanya. Namun Gisel tidak seperti itu. Gisel sangat percaya pada Agam, dan juga sangat percaya padanya. Itulah mengapa persahabatannya dengan Agam masih terjaga, walau Agam sudah memiliki kekasih. Ya, kekasih Agam juga sahabatnya. Agam berdiri, mengulas senyuman lebar ke arah Gisel. “Masuk, ngapain berdiri di sana aja.” Gisel membalas senyuman itu. Entah kenapa hatinya sakit melihat Agam ada di sini, sementara sedari tadi dia menunggu kedatangannya. Sesegera mungkin dia menepis pikiran negatifnya. Mencoba mengerti keadaan Dhita sekara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN