Untuk pertama kalinya Agam pergi ke kota ini. Dengan bantuan alamat di buku catatan, dia nekat datang dan mencari Gisel. Tibalah dia di sebuah rumah besar bertingkat tiga. Dia memperhatikan alamat yang tertera di kertas lalu memandangi rumah besar itu lewat gerbang besi. Seorang satpam membuka gerbang itu, menghampiri Agam dengan curiga. Pasalnya Agam sejak tadi terus berdiri di depan gerbang sambil memandangi rumah. Siapa pun yang melihat Agam pasti akan berprasangka buruk. Lebih buruk lagi menuduh Agam sebagai pencuri. Meski begitu tak Agam hiraukan. “Selamat pagi. Anda mencari siapa ya?” Agam tersentak, dia menatap pria berbadan kekar berpakaian putih hitam dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dengan gerakan cepat dia langsung mengarahkan selembar foto Gisel pada pria itu. “Bapak ke

