Bab 66

1644 Kata

Ken menghela nafasnya panjang. Di bawah payung hitam yang tersiram air hujan, Ken berdiri memandangi dua sejoli yang sedang berpelukan. Gisel itu orang baik. Dengan sangat mudahnya hati wanita itu luluh. Sebelah tangannya menggenggam gagang payung dan sebelah lagi menggenggam sebuah kotak berisikan cincin. Berharap Gisel menerima cintanya, setelah jauh-jauh dia datang ke sini. Ingin mengikat Gisel untuk selama-lamanya. Namun dilihatnya hal yang diharapkannya tidak akan mungkin terjadi. Tubuh Ken berbalik, memandangi kotak kecil berwarna merah. Sudah tiga hari dia memperhatikan Agam yang berdiri di depan gerbang, memperlihatkan ketulusan hati Agam untuk Gisel. Ken marah, Ken ingin menghajar Agam. Berani sekali pria itu melukai dan mempermainkan hati Gisel. Di dalam hidupnya Ken bertekad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN