Puas menonton pertunjukan teater yang sangat luar biasa, Daniel kembali mengajak Dhita ke rumah makan. Sederhana tetapi terlihat elegan. Rumah makan tradisional. Menyajikan menu-menu dari berbagai daerah. Nasi Padang, sate dan sop iga khas Madura sudah tersaji di meja makan. Pengunjung yang makan di sini cukup ramai. Tersisa tiga meja lagi yang kosong, dan tiga meja itu terletak di paling ujung. Daniel dan Dhita duduk di pertengahan. Dengan mata berbinar Dhita memandangi makanan yang tersaji di meja. Aroma dari makanan-makanan ini menguar serta asap mengepul di sop iga masuk ke dalam lubang hidungnya. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan dibanding hari-hari lainnya. Satu hal yang membuat hari ini tampak spesial adalah pertunjukan teater. Senyuman di wajahnya tidak pandam menging

