Bab 68

1352 Kata

“Minum dulu.” Daniel meletakkan segelas air mineral ke hadapan Dhita kemudian ikut duduk di kursi, berhadapan dengan Dhita. Kemarahan yang berapi-api sudah padam, tergantikan oleh tatapan bingung. Menempelkan kedua telapak tangannya di gelas lalu mengetuk pelan gelas itu sampai air di dalam gelas tersebut mencuat ke atas. Dhita kebingungan. Mengapa dia harus ikut bersama Daniel. Kembali ke rumah besar ini. Duduk bersama di halaman belakang. Di sampingnya, ada kebun kecil. Tertanam berbagai macam buah-buahan. Daniel menaikkan sebelah kakinya ke kaki lainnya. Pergerakan Daniel diperhatikan oleh Dhita. Wanita itu menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Kendati demikian, ketika Daniel membalas tatapan itu, Dhita malah mengalihkan tatapannya ke arah lain. “Di cafe, pertemuan pertama kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN