Bab 69

1387 Kata

Setelah hati siap, Daniel menggenggam tangan seputih s**u itu masuk ke dalam ruang tamu. Tatapan keluarganya dan juga keluarga Dhita teralih ke arah Daniel dan Dhita. Sedikit Daniel menundukkan kepalanya, memberikan salam lewat gerakan kepala lantas mengajak Dhita duduk tanpa melepaskan genggaman tangannya. Paham, Dhita sangat paham sekarang. Kenapa Daniel sangat berani bersikap romantis di rumahnya tanpa takut ketahuan. Alasannya karena tidak ada kata ‘takut’ di kamus hidup Daniel. Lihat saja sekarang. Meski tatapan elang dilayangkan Davier pada Daniel, tetap Daniel tidak merubah raut wajahnya sedikit pun. Tegas dan berwibawa, itulah Daniel. “Kamu kaget Dhita, lihat kami ada di sini? Bukannya ini yang kamu mau?” sindir Davier tajam. Sudah bisa menebak gelagat putrinya. “Papa udah la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN