Bab 62

1567 Kata

Sehari setelah Dhita dan Daniel resmi menjadi sepasang kekasih, Agam memaksa Dhita untuk datang bertemu dengannya. Namun Dhita menolak lantaran kesibukan yang tidak bisa lagi ditunda. Terus saja Agam memaksa Dhita. Sebelumnya Agam tidak pernah seperti ini. Semenjak Dhita dekat dengan Daniel, Agam berubah. Lebih pemaksa, kasar dan egois. Seperti sekarang, setelah Dhita pulang dari cafe Tania, Agam sudah menunggunya. Berdiri tak jauh dari cafe. Dhita menghampiri Agam. Pria itu menarik tangan Dhita lalu mendekapnya erat. Kaget, dia memberontak meminta Agam melepaskan pelukannya. Agam tetap memeluknya, malah mengeratkan pelukannya. “Agam,” panggil Dhita. “Dhitania, aku, aku mau ngomong sesuatu. Tolong kamu dengerin aku.” “Iya, ngomong aja Agam. Tapi lepasin dulu, aku sesek.” Wanita itu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN