Di taman yang tak jauh dari perumahan Dhita, Daniel mengundangnya untuk datang ke tempat ini. Taman yang tidak begitu luas. Di sisi-sisinya tertanam pepohonan besar. Di tengah-tengah—di antara rerumputan hijau—ada aspal yang berbentuk segi panjang. Di aspal tersebut terpasang beberapa permainan anak kecil seperti ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, besi panjat, mangkok putar dan jaring laba-laba. Ini adalah taman favoritnya. Dulu dia sering bermain di taman ini bersama sepupu-sepupunya. Bermain sampai ayahnya menyuruhnya pulang. Indahnya masa kecil. Tibalah Dhita di taman itu. Kosong, tidak ada tanda-tanda keberadaan Daniel. Di tengah-tengah taman Dhita berputar, mengedarkan pandangannya ke segala arah. Apa dia salah mengartikan? Siapa tahu taman yang dimaksud Daniel itu bukan taman ini.

