Sedari tadi perasaan Gisel tidak enak. Pikirannya kacau balau. Banyak hal yang dia pikirkan, berkerumun penuh memenuhi kapasitas otaknya. Terutama Agam, dari masuk kerja sampai saat ini sosok pria itu bergerilya di dalam otak dan hatinya. Jantung berdegup kencang tanpa alasan jelas. Perasaan yang tidak bisa dideskripsikan melalui kata-kata. Cemas, khawatir, gelisah dan panik, dia tidak tahu mengapa dia bisa tiba-tiba mengalami perubahan mood secara tiba-tiba. Tin! Brak! Tubuhnya terhuyung tatkala sesuatu menerjangnya. Ada suara klakson, bisa dipastikan Gisel terserempet motor. Tubuh Gisel jatuh ke aspal. Keningnya berciuman dengan kasarnya aspal. Selang beberapa saat, pengelihatannya memburam lalu tidak sadarkan diri. *** “Halo?” “Mas, pemilik ponsel ini keserempet motor. Sekarang

