“Apa, Tuan?” “Tidak apa-apa.” “Tapi, tadi saya dengar Tuan bicara kalau saingannyaberkurang. Saingan apa, Tuan?” “Bukan apa-apa, Sayang.” “Ciye, Mbak Celine,” ucap Bima dan Baim sambil menutupmulutnya. Mereka menyembunyikan tawa di bibirnya. “Kalian ....” Aksara dan Celine mengantar kedua adiknya dan beberapakeluarga dekat itu hingga pintu hotel. Mereka tampak bahagia dengan bagasi mobilyang penuh dengan makanan. Begitu pun dengan lelaki yang kini berdiri disebelah Celine, ia juga bahagia menanti malam pertamanya. *** “Denim mana, Tuan?” “Sama Baskoro.” “Kenapa nggak ke kamar kita?” “Dia masih ingin main, Celine.” “Kenapa bukan kita saja yang temani?” “Saya capek. Bukannya kamu juga capek kan?” “Saya memang capek, Tuan. Tapi bagaimana pun Denim itu anakkita, tanggung jawab ki

