“Denim ....” “Mas, jangan marah sama Denim. Kasihan. Anak kecil itu belumpaham benar dengan apa yang dilakukan. Belum tahu itu salah apa tidak, dia ....” “Saya nggak lagi marah, Sayang. Saya hanya gemas saja. Lagian, siapa juga yang berani memarahi mahkota keluarga Aksara?” Aksara kini mencium kedua pipi anaknya. Setelahnya ia menoleh ke arah gadis disebelahnya, “Mau dicium juga gak kayak Denim?” Celine menggeleng, “Enggak, Mas.” Aksara dan Celine memandikan Denim bersama, mereka bermainair dan bermain buih dengan tawa yabg menghiasi bibir mereka. Sesekali Aksarajail menempelkan buih itu ke pipi Celine, lalu di balasnya dengan menempelkanbuih di pipi Aksara. “Habis ini mandiin saya ya!” Celine mendelik. “Bukankah mas sudah besar? Kenapa harusdimandiin kayak Denim?” “Iya, karena saya

