“Apa,Sayang?” tanya dari sebrang sana. “E … itu,Mas. Wajah Mas Aksara ganteng sekali kalau seperti tadi.” Celine meringis. Ia sengaja berdusta untukmenjaga hati suaminya. Aksaratersenyum, “ Baiklah, kita main nanti malam. Siapkan dirimu, Baby.” Celinemenggaruk kepalanya, “Mas Aksara, sudah dulu ya. Denim bangun.” Wanita kecil itukembali berdusta. Tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana. Ia langsungmematikan panggilan secara sepihak. “Mas Aksarame sum sekali beberapa hari ini.” Celine memegang dadanya dengan detak jantungyang berantakan. “Dia kanmemang suamimu, Celine. Jadi wajar. Kamu tahu, kamu bakal berdosa kalau menolakkeinginan suami.” Batinnya kembali berucap. “Tapi, aku merasa belum siap,” imbuhnya lagi Ini adalah haripertama Celine menjadi nyonya di rumah ini. Tak banyak ya

