Bab 32. Apa ini perintah?

1099 Kata

Celine ke luar kamar mandi dengan perasaan yang bercampuraduk. Ia dihantui rasa bersalah karena telah membohongi suaminya. Tapi, ia jugabelum bisa membuang jauh-jauh rasa trauma itu. Andai pernikahan itu bukan lahperintah. Tentu Celine tak akan mengiyakan ajakan tuannya itu. “Wajah kamu pucat. Kamu sakit?” tanya Aksara menatapistrinya. Gadis kecil itu menundukkan pandangan, tak berani menatap Aksara. “Tidak, Mas. Mungkin hanya kelelahan.” “Ya sudah tidurlah. Sini, tidur sini.” Aksara menepuk bantalyang ada di sebelahnya. Lagi-lagi membuat jantung Celine berdetak tidak normal. “Ya Tuhan, kalau seperti ini setiap hari, aku bisa kenapenyakit jantung,” batin wanita cantik itu. “Kenapa berdiri di situ saja, Sayang. Ayo ke sini.” “Apa ini perintah, Mas?” Aksara tersnyum, “Anggap saja iya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN