“Tidak, saya tidak mengijinkan itu,” ucap Aksara dengan raut muka yang memerah. Bagaimana pun Celine itu miliknya dan tak ingin ada orang lain yang mengambil. “Anda itu majikannya. Tidak lebih. Anda tidak punya hak atas diri Celine. Celine itu keponakan saya. Saya tahu yang terbaik untuk keponakan saya.” Bude Celine tampak emosi. Terlihat sekali sikap arogan dari wanita bertubuh gemuk itu. “Saya bisa melaporkan Anda atas pemaksaan pernikahan dini. Saya tidak main-main dengan ucapan saya,” ucap Aksara yang tersulut emosi. “Tuan, sudah, Tuan,” ucap Celine ketakutan yang memegang lengan majikannya. Aksara menoleh ke arah gadis itu, “Berapa warisan hutang orang tuamu? “Tiga puluh juta,” ucap bude Celine yang menyaut. “Berapa nomor rekening, Anda? Akan saya kirim sekarang!” Usai pengir

