“Ya, kalau kamu punya sawah, saya tidak akan kenal kamu.” “Dek Denim malah diurus babysitter yang profesional tuan. Babysitternya juga gak akan ngerepotin mulu seperti saya.” “Tapi saya sukanya kamu. Bukan yang lain.” “Apa, Tuan?” “Tidak, tidak, tidak, jangan salah fikir dulu. Maksud saya, saya suka kinerja kamu,” Celine tersenyum, “Iya, Tuan. Saya juga tidak mengarah ke sana.” “Memangnya kalau mengarah ke sana kenapa?” “Tidak mungkin, Tuan. Saya ini seorang pengasuh, kasarannya tuh babu, mana mungkin berfikir akan dicintai majikannya. Itu tidak mungkin. Dalam angan pun tidak pernah.” “Tapi kalau kenyataannya iya bagaimana?” tanya Aksara lirih. Lelaki itu ingin mengungkapkan rasanya tapi masih maju mundur. “Apa, Tuan? Celine tidak cukup mendengar.” “Lupakan saja!” “Baik, Tuan.”

