“Pak Anu?” tanya Baskoro. Ia mengernyitkan dahi. Bingung. “Iya, Pak. Celine bingung mau manggilnya apa. Mas Aksara nggak ngijin sebut nama lelaki lain selain dia.” Baskoro mengulum senyum. Ia menepuk pundak Aksara, layaknya seorang sahabat dekat, “Cemburu amat, Pak. Lagian, mana mungkin istri bapak mendua.” “Hust, diem,” ucap Aksara sambil menatap tajam ke arah supirnya tersebut. Ia meminta Baskoro meninggalkannya untuk beristirahat. “Bagaimana, Pak? Sudah goal semalam? Jalan Celine sudah beda,” ucap Baskoro sebelum berlalu. Ia memang sengaja menggoda Tuannya yang wajahnya merah padam. Celine berlari-lari kecil dengan menggandeng Denim. Ia terlihat seperti adik kakak dari pada seorang ibu dan anak. Aksara yang melihat mereka, hanya tersenyum tipis. Bisa-bisanya dia menikahi seorang g

