Sebuah gagasan gila

2072 Kata

     Adel pergi ke kamar mandi meninggalkan semua orang di ruang keluarga.      Mama Emma memijit Emma dengan penuh kasih sementara papa nya sedang membahas sesuatu bersama Angga.      "Papa nggak ngerti sama Adik mu itu." ucap papa Emma penuh rasa kecewa.      "Sebenarnya kita juga nggak bisa langsung meminta Adit menikahi Adel gitu aja kan pa, hanya karena alasan ini, soalnya Adit pasti berkelit, kecuali kalau Adel emang hamil karena dia, baru mungkin kita bisa menekan dia pa." kata Angga.      "Terus sekarang gimana, kalau misal dalam beberapa hari kedepan mereka putus, terus beberapa Minggu berikutnya baru ketahuan misalkan Adel hamil, gimana?" tanya papa Emma.      Adel kembali dari kamar mandi, terlihat dia membasuh wajahnya yang bengkak karena menangis barusan.      "Sini..."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN