Oh Ternyata

2012 Kata

     Angga menyingkirkan kiriman karangan bunga sebesar pintu pagar itu ke belakang rumah. Dia menghancurkan dan membakar papan itu.      Ada rasa kesal dalam hatinya, jelas-jelas istrinya sehat walafiat, seseorang mengirim ucapan bela sungkawa seakan-akan menginginkan kematian Emma.      Entah apa yang sebenarnya terjadi, namun dia yakin kalau Emma tidak melakukan apapun, kalau memang ada yang salah, pasti kesalahan itu terbit dari nya.      Angga duduk menatap kosong kobaran api yang membakar banner itu perlahan. Sementara Emma menggendong Alfa yang tadi sempat terbangun.      "Udah mas... Masuk, kita tunggu dari dalam aja!" ajak Emma.      "Kamu masuk aja dulu sayang, aku mau panggil tukang cctv sekarang." jawab Angga.      Angga berbalik dan berjalan kearah Emma berada.      "U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN