“Pergi, Arka! Keluar dari apartemenku!” Pekikan bernada menyayat hati itu membuat Arka mundur dari posisinya. Tubuhnya menjauh, tetapi ia tidak benar-benar pergi. Atensinya masih terus menatap gundukan selimut yang bergetar, berasal dari wanita yang tengah ketakutan. Seandainya bisa bertemu dengan pelaku utama kejadian naas itu, Arka tak akan pernah melepaskannya. Orang itu harus membayar lunas perbuatannya yang telah membuat seorang gadis menjadi seperti ini. Walau dalam lubuk hati Arka juga masih tetap menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol keinginan mendesak tersebut. Zee perlahan membuka selimut yang menutupi sekujur tubuhnya setelah cukup lama tak mendengar suara apa pun disekitarnya. Ia pikir Arka telah pergi. Masih cukup ketakutan, ia mengedarkan pandangan ke sekit

