Setelah menikmati bubur yang Arka bawakan semalam, Zee kembali mencoba beristirahat. Namun, beberapa kali ia terjaga karena kondisinya yang masih belum membaik. Seperti saat ini yang tengah terusik oleh badannya sendiri yang lengket oleh keringat. Zee mengerjabkan mata yang terasa berat itu, seraya perlahan membetulkan posisi tubuhnya. Matanya melirik keatas rak TV yang ada diujung bawah ranjang. Jam dindingnya masih menunjukkan pukul setengah lima pagi. Apartemennya terasa dingin dan sunyi seperti biasa. Penerangan yang temaram menambah suasana tenang tersebut. Sejenak Zee terdiam, memikirkan sesuatu yang sepertinya mengganjal hatinya. Kelopak matanya terbuka sempurna seiring dengan pandangannya yang segera memindai seluruh penjuru ruangan. Tak terlihat keberadaan Arka yang semalaman me

