SECRET

1108 Kata
Sesampainya di dalam kamar, Helena langsung merebahkan tubuhnya yang terasa begitu penat pada kasur. Dilihatnya foto dirinya dan Yoga yang ia gantung di dindidng kamarnya. Ia melihat betapa bahagianya hubungan mereka dulu. Yoga selalu menemaninya kemana saja Helena pergi dan ia juga tak segan-segan menunggu kelas tambahan Helena selesai.  Waktu itu Helena merasa kalau Yoga begiu mencintainya, dan tidak akan meninggalkannya. Tetapi setelah kejadian itu Yoga berubah seratus delapan puluh derajad, Yoga mulai menjauhi Helena, Yoga juga mulai meninggalkan Helena dengan kondisi Helena yang seperti ini. “Yoga, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini? kenapa kamu tidak mau bertangung jawab dengan apa yang sudah kamu perbuat kepadaku? Kenapa kamu meninggalkan aku dan buah hati kita dengan cara seperti ini? apa kamu tidak merasa kasihan pada diriku dan calon anak kita?” isak Helena sambil ia terus memandangi foto dirinya dan Yoga. Ia tidak menyangka kalau Yoga akan menjadi pria yang begitu kejam kepadanya. Ia tidak pernah membayangkan kalau hidupnya akan menderita seperti ini, karena selama ini ia berpikir kalau ia akan bisa hidup bahagia dengan Yoga. Sedangkan di luar kamar Yoga berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya untuk menemui Helena, ia tahu kalau apa yang telah ia lakukan kepada Helena itu salah, tapi ia juga belum siap untuk menjadi seorang ayah. Ia masa depannya masih panjang, ia tidak mau karena kehadiran seorang anak dalam hubungannya dengan Helena akan membuat masa depannya hancur. Tok .. tok … bunyi pintu di ketok. Helena yang mendengar pintu kamarnya di ketok seseorang hanya bisa berdiam diri di dalam kamar, rasanya ia malas sekali untuk bertemu dengan orang lain sehingga membuat Helena hanya membiarkan orang tersebut berdiri di luar kamarnya tanpa ia tahu kalau orang yang sedang berdiri di depan kamarnya itu adalah Yoga. “Yoga! Kamu ngapain duduk di depan kamarnya Helena?” sapa Cinta yang turun dari tangga dan tidak di sangka akan bertemu dengan Yoga dengan penampilan yang sangat berantakan. Mendengar hal itu membuat Helena langsung bergegas untuk keluar dari kamarnya dan pergi menemui Yoga. Ceklek, bunyi pintu kamar Helena terbuka dan hal itu membuat Yoga langsung berdiri dan berjalan menghampiri Helena yang hanya berdiri di depan pintu kamarnya tanpa mengeluarkan suara apapun. Sedangkan Cinta yang melihat hal itu hanya bisa diam dan pergi dengan perlahan meninggalkan sepasang kekasih yang ia rasa sedang memiliki sebuah permasalahan yang begitu pelik. “Len,” panggil Yoga dengan lirih. Sedangkan Helena hanya diam sambil ia menitikan air mata dan hal itu membuat Yoga merasa begitu bersalah kepada Helena. “Len, boleh aku masuk? Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu,” kata Yoga sambil ia menunjuk kea rah kamar Helena. Dengan menghela nafas yang begitu dalam, Helena mempersilakan Yoga untuk masuk ke dalam kamarnya. “Kamu mau minum apa?” tanya Helena pada Yoga yang hanya menundukan kepalanya. “Gak usah Len, aku hanya ingin berbicara empat mata denganmu,” kata Yoga sambil ia meminta Helena untuk duduk di sampingnya. “Hal apa lagi yang ingin kamu katakan kepadaku? Kenapa kamu sejahat ini sih ga,  kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini? apa kamu tidak ingat dengan janji kamu untuk selalu berada di sisiku? Lalu ini apa? Kamu pergi meninggalkan aku dengan segudang permasalahan yang begitu pelik,” isak Helena dengan nada suara sedikit meninggi. “Len, kendalikan emosimu. Ingat banyak orang di kosan ini kalau mereka sampai tahu permasalahan apa yang sedang menimpa kita, maka hal ini akan semakin rumit,” pinta Yoga kepada Helena agar ia bisa mengendalikan emosi dan suaranya agar menjadi lebih tenang, walaupun ia tahu kalau hal itu akan terasa sangat sulit untuk di lakukan. “Permasalahan ini sudah sangat rumit Ga, dan apa kamu tahu selama kamu pergi meninggalkan aku apa yang terjadi dengan diriku? Apa kamu tahu Ga? Enggak kan. Kamu gak tahu dengan kondisiku dan kamu gak peduli dengan hal itu,” protes Helena sambil ia menatap Yoga dengan begitu dalam. “Aku tahu! Aku tahu bagaimana sulitnya kehidupanmu saat ini, tapi kamu juga harus tahu kalau aku sama kaya kamu, aku juga hancur Len,” jawab Yoga tak ingin kalah berdebat dengan Helena. “Hidup kamu sulit bagaimana? Kalau hidup kamu sulit kamu tidak akan pergi meninggalkan aku, kamu akan berada di sisiku dan kita sama-sama mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan dalam hubungan kita. Bukan malah kamu pergi mennghilang dan aku tahu kalau kamu mabuk-mabukan,” bentak Helena ketika ia mencium aroma tubuh Yoga yang tercium bau alcohol dengan begitu kuat. “Makannya aku datang sekarang dan menemuimu itu untuk mencari solusi untuk permasalahan kita,” ucap Yoga “Solusi apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan permasalahan kita? Apakah dengan cara menikah? Atau apa Yoga?” tanya Helena yang sudah tidak sabar untuk mengetahui solusi apa yang ingin di berikan oleh Yoga kepadanya. “Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, tapi aku harap kamu percaya denganku.” “Maksud kamu apa? Solusi apa yang kamu maksud? Kenapa kamu tidak langsung mengatakannya kepadaku?” “Ikutklah denganku, nanti kamu juga akan tahu sendiri solusi apa yang akan aku berikan kepadamu,” ucap Yoga sambil ia mengajak Helena untuk pergi. “Kita mau kemana? Kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku sekarang, kenapa harus menunggu nanti?” “Len, kita sudah tidak ada waktu lagi untuk berdebat, jika kamu ingin mendapatkan solusi untuk permasalahan ini maka ikutlah denganku,” ucap Yoga sambil ia berdiri dan menjulurkan tangannya pada Helena. Dengan terpaksa Helena mengikuti semua rencana Yoga dan ia berharap kalau rencana yang sudah di susun oleh Yoga adalah rencana yang terbaik untuk hubungannya. Helena berharap agar Yoga mau bertangung jawab dengan perbuatannya. Sedangkan di lantai dua Maya hanya memperhatikan pertikaian antara sahabat dan kekasihnya itu, karena secara tidak sengaja ia mendengar suara Helena berteriak. “Kamu ngapain May berdiri di situ?” tanya Cinta yang keluar dari kamarnya “Helena dan Yoga ada masalah apa?” ucap Maya pada Cinta. “Aku juga gak tahu ada masalah apa sama Helena dan Yoga, tapi aku tadi gak sengaja lihat penampilan Yoga terlihat begitu kacau berbeda dengan kesehariannya. Aku rasa ada sebuah masalah yang cukup besar dalam hubungan Helena dan Yoga,” jelas Cinta sambil ia melihat Helena dan Yoga keluar dari kamar dengan buru-buru. “Aku rasa masalah di antara mereka berdua sangat rumit dan aku takut kalau apa yang aku pikirkan itu terjadi,” celetuk Maya dengan pandangan yang tertuju pada Helena dan Yoga “Maksud kamu apa May? Kamu tahu permasalahan yang ada pada Helena dan Yoga?” tanya Cinta yang begitu penasaran dengan permasalahan yang sedang di hadapi oleh sahabatnya itu. “Aku juga tidak tahu Cin permasalahan yang sedang di hadapi oleh Helena dan Yoga tapi aku rasa permasalahan mereka begitu pelik,” ucap Maya sambil ia berlalu meninggalkan Cinta 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN