“Papa dan Mama kok tiba-tiba bisa ada di Jogja?” tanya Helena setelah ia berpelukan dengan kedua orang tuanya.
“Iya tadi Mama sama Papa ada acara kondangan di Jogja dan mumpung kita ada di Jogja ya udah ngajak ketemu putri Mama yang paling cantik ini,” jelas Ayu sambil ia memandang Helena dengan tatapan yang meneduhkan.
“Owh iya itu pacar kamu Len?” tanya Leon pada Helena sambil ia melihat ke arah Eljo yang sedari tadi hanya diam di belakang Helena.
“Bukan pa, ini itu Eljo teman kuliahnya Lena. Jo kenalin ini Mama dan Papa aku,” ucap Helena sambil ia meminta Eljo untuk memperkenalkan dirinya.
“Hallo Om, Tante perkenalkan saya Eljo teman kuliahnya Helena,” ucap Eljo memperkenalkan dirinya pada kedua orang tua Helena.
“Ganteng sekali kamu nak,” kata pertama yang di lontarkan oleh Ayu ketika ia melihat postur tubuh Eljo yang terlihat begitu atletis.
“Mama …” kata Helena sambil ia menarik tangan Ayu. Helena merasa malu dengan sikap mamanya yang memuji Eljo.
Sedangkan Eljo yang mendapat pujian dari Ayu hanya bisa tersipu malu, dan tanpa ia sadari perutnya mulai bunyi lagi dan hal itu sontak membuat Helena dan kedua orang tuanya tertawa dan mereka pun langsung memutuskan untuk makan bebek packing di resto yang ada di dalam mall tersebut.
Selama menunggu makanan mereka disajikan, mereka pun memutuskan untuk berbincang-bincang, dan hal itu membuat kedua orang tua Helena mengagumi sikap Eljo yang mereka lihat begitu dewasa dalam menyikapi sebuah permasalahan atau situasi.
“Eljo sudah lama kenal sama Helena?” tanya Ayu pada Eljo sambil ia melirik kea rah putrinya yang ternyata langsung memperlihatkan rona wajahnya yang memerah.
“Aduh … Mama ini pasti kebiasaan deh kalau aku pergi sama cowok pasti dikira cowok itu pacar aku padahal kan itu Cuma teman,” gerutu Helena di dalam hatinya.
“Iya tante, saya sudah kenal Helena dari kami semester satu tante,” jelas Eljo dengan sedikit canggung, karena ia sadar kalau kedua orang tua Helena beranggapan kalau dirinya adalah kekasih Helena.
“Owh … berarti udah cukup lama ya. berarti Eljo sama Helena udah sering ya keluar bersama gitu kaya makan malam bersama atau nugas gitu?”
“Mama … astaga, papa mama itu lho keppo banget jadi orang. Udah lah ma, jangan tanya-tanya kaya gitu ke Eljo. Maaf ya Jo kamu pasti gak nyaman ya,” ucap Helena kepada kedua orang tuanya dan Eljo.
“Ah, gak apa-apa kok Len, kan Mama kamu juga tanyanya hal yan biasa,” jawab Eljo dengan ketawa yang canggung sambil ia memegangi leher belakangnya.
“Ihhh … apaan sih Len, orang Mama dan Papa itu Cuma tanya seberapa deket hubunganmu sama Eljo. Lagi pula Eljo gak keberatan kan kalau Tante tanya-tanya kaya gini ke Eljo?”
“Tentu saja saya tidak keberatan tante,”
“Ayu …” panggil seseorang dari arah datangnya pengunjung dan hal itu sontak membuat Ayu sekeluarga menengok kea rah datangnya sumber suara tersebut.
Betapa terkejutnya Eljo ketika ia mengetahui siapa yang datang.
“Mama,” ucap Eljo dengan lirih
“Eljo! Kamu ngapain makan disini?”
“Lhoh kalian berdua udah saling kenal?” tanya Ayu pada Elizabeth yang tanpa ia duga akan bertemu di restoran bebek packing yang ada di dalam mall tersebut.
“Tentu saja aku kenal dengan anak ini. orang ini anak aku Yu,” ucap Elizabeth yang sontak membuat Helena dan kedua orang tuanya kaget.
“Oalah … Eljo ini anak kamu to El,” kata Ayu sambil ia melihat kea rah Eljo dan Elizabeth dan ia melihat kemiripin antara ibu dan anak tersebut.
Melihat Elizabeth berdiri di depannya membuat Helena sedikit gugup karena ia sudah bertemu dengan Elizabeth di rumah sakit dan ia takut kalau Elizabeth mengenalinya sehingga membuat rahasia yang selama ini ia sembunyikan dari kedua oran tuanya akan terbongkar.
“Ini anak kamu Yu?” tanya Elizabeth sambil ia menunjuk kea rah Helena.
“Iya El, gimana anak aku cantik kan? Kamu kalau mau besanan sama aku bisa lho,” celetuk Ayu sambil ia memukul tangan Elizabeth.
“Mama!” teriak Helena yang tidak menyukai sikap ibunya.
“Boleh Yu, biar persahabatan kita langeng sampai tua,” ucap Elizabeth sambil ia melihat ke arah Helena dan ia merasa tidak asing dengan wajah Helena, ia merasa kalau sebelumnya ia pernah bertemu dengan Helena.
“Mana suami kamu El?” tanya Leon yang melihat Helena merasa tidak nyaman dengan tingkah laku ibunya.
“Biasa suami aku masih di luar negri,” jawab Elizabeth dengan menghela nafas dan ia pun mulai memfokuskan pikirannya pada Helena karena ia sangat yakin kalau ia dan Helena pernah bertemu sebelumnya.
“Nak, sepertinya kita pernah bertemu ya sebelumnya,” tanya Elizabeth dengan lembut pada Helena.
Mendengar hal itu membuat Helena dan Eljo saling melirik satu dengan lainnya. Eljo tahu kalau tadi di rumah sakit Mamanya pasti sudah bertemu dengan Helena.
“Lhoh kalian pernah ketemu?” tanya Ayu sambil ia melihat ke arah Helena, Elizabeth dan Eljo.
Belum sempat Elizabeth menjawab pertanyaan dari Ayu tiba-tiba saja ponsel miliknya bordering dan ia pun langsung mengangkat panggilan suara tersebut.
“Ayu, maaf ya Yu aku harus pergi sekarang,” ucap Elizabeth setelah ia selesai mengangkat panggilan yang masuk ke ponsel miliknya.
“Lhoh kamu mau kemana kok buru-buru. Kamu belum makan lho El,” ucap Ayu berusaha untuk menahan Elizabeth agar stay.
“Aku juga inginnya kaya gitu Yu, tapi ini ada urusan bisnis yang harus aku selesaikan sekarang. aku minta maaf ya Yu, tapi tenang satu bulan lagi aku punya banyak waktu luang jadi kita bisa ketemuan lagi,” jelas Elizabeth pada Ayu.
“Ya udah kalau gitu kamu hati-hati ya El,” ucap Ayu sambil ia cipika cipiki dengan Elizabeth.
“Jo, mama pergi dulu ya dan inget nanti waktu pulang kamu harus berhati-hati lho karena kamu membawa anaknya sahabat mama,” ucap Elizabeth pada Eljo.
“Ya Ma, udah sana mama buruan pergi nanti telat lho,” ucap Eljo
Helena merasa lebih tenang ketika Elizabeth pergi meninggalkan dirinya beserta keluarganya. Ia takut kalau Elizabeth mengingat kejadian tadi pagi di rumah sakit.
“Syukurlah, tante Elizabeth ada urusan mendadak. Kalau tante Elizabeth masih ada disini aku pasti kena masalah besar ini,” gumam Helena dalam hatinya.
“Syukurlah Mama sudah pergi jadi rahasia Helena aman untuk saat ini, coba kalau mama masih disini rahasianya Helena pasti kebongkar ini. secara Mama itu juga wanita yang mempunyai mulut yang lemes juga,” gumam Eljo dalam hati.
“Ya udah ayo kita makan lagi mumpung masih anget lho makanannya. Ayo ayo di makan jangan malu-malu anggep aja kaya makan di restoran sendiri,” ucap Leon sambil ia mengeluarkan joke bapak-bapak yang terkadang terdengar begitu garing dan tidak lucu sama sekali.