KECEWA

754 Kata
“Om, tante Ayu dimana?” tanya Rose saudara sepupu Helena. “Biasa … dibelakang,” jawab Leon kepada Rose sambil ia menunjuk ke arah belakang rumahnya. “Tante masih sedih Om?” tanya Rose kepada Leon. “Yaa … seperti itu lah. Namanya juga seorang ibu.” “Kenapa tante gak ke Jogja aja sih Om, toh Jogja karanganyar kan deket,” usul Rose kepada Leon agar ia membawa Ayu ke Jogja untuk melepas rindu kepada putri semata wayangnya. “Iya yaa … kenapa juga Om gak bawa Tantemu ke Jogja. Ya udah kalau gitu ayo kita ke Jogja sekarang, kamu sana bilang ke tantemu, om mau ngechek kondisi mobil dulu kan mau di gunain perjalanan jauh, jadi harus di chek dulu biar perjalanan kita jadi nyaman,” ucap Leon sambil ia segera bergegas ke garasi mobilnya. Sedangkan Rose langsung pergi mencari Ayu dan mengajaknya untuk segera pergi ke Jogja. “Tante Ayu …” panggil Rose sambil ia memeluk Ayu dari belakang dengan begitu bersemangat. Rose terlihat begitu menyayangi Ayu dengan sepenuh hati, karena Rose sudah menganggap Ayu seperti ibunya sendiri. Bahkan dulu waktu Rose dan Helena masih kecil, Rose merasa begitu iri dan cemburu dengan Helena karena Rose menganggap Helena adalah musuhnya karena Helena adalah darah daging Ayu yang secara batin akan lebih dekat, sedangkan Rose hanyalah anak dari adik Ayu dimana kasih sayang yang diberikan oleh Ayu dank e Rose pasti berbeda. “Rose …” panggil Ayu yang merasa senang bisa melihat Rose, setelah sekian lama Rose pergi merantau ke kota orang. “Tante … aku kangen tante, tante kangen aku gak?” tanya Rose dengan gayanya yang centil dan manis. “Tentu saja tante kangen sama Rose. Kamu kapan nyampainya?” “Sebenarnya Rose udah dari seminggu yang lalu sampai di Karanganyar Tan,” “Lhoh kok kamu gak langsung nemuin tante sih?” protes Ayu kepada Rose yang tidak segera menemui dirinya. “Rose itu udah kesini terus yaa … tapi tante aja yang gak ada di rumah, tante pasti kangen sama Helena ya?” ucap Rose sambil ia mengajak Ayu untuk duduk di kursi yang ada di taman belakang rumah Ayu dan Leon. “Kamu tau dari mana kalau tante kangen sama Helena?” “Om Leon yang memberitahu aku Tan. Kalau Tante rindu sama Helena kenapa Tante tidak pergi ke Jogja saja? kenapa Tante harus menahan rasa rindu tante?” “Sebenarnya tante juga ingin sekali pergi menemui Helena, tapi Tante merasa takut.” “Ha? Takut? Takut kenapa sih Tan? Masa ketemu sama anak sendiri takut? Dah ayo kita pergi ke Jogja sekarang, Aku gak mau ngeliat Tante sedih kaya gini,” “Gak ah Rose, lebih baik tante nunggu kedatangan Helena aja. Tante gak mau membuat Helena merasa terusik dengan kedatangan tante.” “Terusik gimana sih Tan? Tante itu ibunya Lena lho, mana mungkin Lena terusik dengan kedatangan tante. Aku yakin kalau Lena bakal merasa sangat senang dengan kedatangan tante dan om,” ucap Rose kepada Ayu yang sedari tadi hanya terdiam dengan pandangan yang kosong. . . “Sayang, kita cari tempat tinggal yang lain saja ya. Mamah tidak enak terus-terusan tinggal dengan om Eljo,” ucap Helena kepada janin yang sedang ia kandung sembari ia mulai mengemasi pakaiannya. Sesekali Helena akan menyeka air mata yang mengalir dari kedua kelopak matanya. Helena merasa begitu sedih karena harus pergi meninggalkan Eljo dengan cara seperti ini. hatinya terasa begitu sakit karena harus meninggalkan luka kepda orang yang selama ini telah banyak berkorban untuknya. Sejujurnya Helena juga merasakan apa yang dirasakan oleh Eljo, namun Helena merasa kalau dirinya tidak pantas untuk bersanding dengan Eljo, selain itu perasaan Helena juga masih ada untuk Yoga. Yoga adalah orang yang telah membuat Helena merasa begitu bahagia, sekaligus orang yang berhasil membuat luka pada batin Helena. “Kenapa semua ini harus terjadi sama aku? Kenapa? kenapa harus aku!” teriak Helena sambil ia melempar koper yang berisikan pakaian yang telah ia tata dengan begitu rapi. “Len, kamu kenapa?” tanya Eljo yang saat itu langsung berlari ke kamar Helena karena ia mendengar bunyi seperti barang yang jatuh dengan begitu keras. Helena hanya bisa terdiam sembari ia melihat ke arah Eljo dengan pandangan kosong, hidupnya terasa begitu hampa dan hancur. “Len, are you oke?” tanya Eljo sembari ia berjalan mendekati Helena dan ia langsung memeluk Helena dengan begitu hangat. Tidak tega rasanya melihat orang yang sangat di cintai terpuruk, ingin rasanya untuk mengambil rasa sakit itu dan membuat orang yang kita cintai kembali bahagia seperti dahulu.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN