Agasta baru tiba di apartement miliknya, ia tak melirik keberadaan Athala, Intan maupun Irfan yang tengah bercanda. Dia pergi menuju ke kamarnya. Perasaan Agasta sangat frustasi, dia seperti orang kehilangan arah. Masalah demi masalah muncul dalam hidupnya, jika harus memilih Agasta ingin sekali hidup sebelum mengenal Ranum. Dimana dia saat itu belum mengenal yang namanya cinta. Tapi semua telah terlambat karena dia sendiri tak pernah tau bagaimana cara bisa mencintai Ranum. Semua bermula dari Ranum, dan dia harus melepaskannya. Ikhlas.. Tentunya tidak, Agasta masih menginginkan Ranum disampimgnya. Apapun yang terjadi nantinya, asalkan Ranum bersamanya. Athala khawatir dengan keadaan Agasta, dia meminta Irfan menjaga Intan sejenak. Sementara dirinya pergi menemui Agasta. Tok.. Tok.

