12

3571 Kata

Faqih melangkahkan kakinya menuju toilet, ia membasuh mukanya dan manatap wastafel itu. "Sheila harus di operasi? Dia patah tulang? Pendarahan di kepala?"  Sedari tadi hanya itu yang ia fikirkan. Selama perjalanan kembali ke ruang ICU, Faqih hanya bisa diam dengan pandangan ke bawah. Apa yang harus ia lakukan sekarang! "Qih.. pulang gih, lo keliatan cape banget. Biar gue aja yang jagain Sheila, motor lo ada di bawah." Ucap Rizki sambil melempar kunci motor Faqih ketika Faqih tiba. Faqih menangkap kunci itu dan kemudian beranjak pergi dari ruang ICU itu tanpa mengatakan sepatah katapun. Faqih mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Ia tak fokus sama sekali untuk mengendarai motornya. Akhirnya Faqih pun sampai di rumahnya. Rumahnya dan rumah sakit itu berjarak cukup jauh sehingga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN