11

3798 Kata

"Seberapa cinta lo sama Sheila?" Tanya Rizki tiba-tiba saat ia memasuki markas tersebut. Faqih diam. Ia malas berbicara dengan orang yang menurutnya tidak penting untuk ia ajak bicara. "Gue cinta sama Sheila." Ucap Faqih datar. "Lalu soal Kireina?" Tanya Rizki lagi. "Lo ngga perlu tau." "Cih." Rizki tertawa miring. "Bahkan soal gini aja lo ngga bisa jelasin, gimana lo mau serius sama Sheila." Lanjutnya. Sheila diam. Ia melupakan satu hal, masih ada Kireina di kehidupan Faqih. "Udah lah Ki." Ucap Sheila melerai perdebatan mereka. Akhirnya Rizki pun meninggalkan Sheila dan Faqih untuk menuju dapur. Ia butuh air untuk meredakan emosinya saat ini. Faqih menatap Sheila. "Gue bisa jelasin soal Kireina, tapi gue butuh waktu." Ucapnya. "Terserah lo." Ucap Sheila kemudian menat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN