Sheila mulai tenang dalam dekapan Faqih. Ah ternyata Sheila sampai segininya tentang orang tuanya. Sheila masih menyembunyikan kepalanya di d**a bidang Faqih. Reyhan pun masuk kembali ke ruangan Sheila. "Gimana?" Tanya Reyhan kepada Faqih. "Kita bicarain ntar." Jawab Faqih. Setelah sekian lama Sheila berada di dekapan Faqih, ternyata Sheila sudah tertidur sekarang. Faqih pun perlahan membaringkan tubuh Sheila ke ranjangnya lagi. Faqih mengelus rambut hitam Sheila. Akhirnya Faqih dan Reyhan pun keluar dari ruangan Sheila untuk membicarakan tentang selanjutnya. "Gue akan tenangin Sheila dulu. Lo kabarin om Haris besok suruh bawa kenangan apa kek gitu yang bisa ngingetin Sheila." Ucap Faqih. "Oke." Jawab Reyhan. Setelah pembicaraan itu selesai, Reyhan berpamitan pulang kepada Faqih

