20

2874 Kata

"Kita cari bareng-bareng ya." Ucap Faqih sambil mengecup puncak kepala Sheila, meyakinkannya. "Tapi aku ngga yakin.." Lirih Sheila. "Percaya sama aku ya." Ucap Faqih. Sebelum mereka sampai di apartement Sheila, Faqih pun membelokkan setir mobilnya ke arah Super market. "Ngapain?" Tanya Sheila. "Aku tau makanan di kulkas kamu pasti pada abis." Ucap Faqih sambil terkekeh. Sheila mengerutkan alisnya. "Tau darimana?" Tanya Sheila. "Aku kan peramal." Jawab Faqih sombong. Setelah mencari parkiran, merekapun turun dan masuk ke dalam supermarket tersebut. Faqih pun mengambil trolli dan mendorongnya, sedangkan Sheila berjalan didepannya. "Bingung ih mau ngambil yang mana." Ucap Sheila. "Ambil aja semuanya." Ucap Faqih. "Sekalian aja beli mallnya." Ujar Sheila. "Nanti kalo kita udah nik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN