BAB 19

2407 Kata

Hari minggu pagi ini terasa seperti masih malam. Matahari enggan menampakkan dirinya karena tertutup kumpulan awan gelap. Suara gemuruh di langit yang mengguncang bumi pun terdengar begitu jelas di telinga. Sampai akhirnya gemercik air mulai turun dengan lebat.             Dinar membuka jendela kamarnya lalu menengadahkan kepalanya menatap langit sambil menghirup aroma bau tanah yang dibasahi air hujan. Hanya sebentar, setelah itu ia menutup kembali jendelanya agar tak ada air yang masuk ke dalam kamarnya.             “Semoga aja siang nanti hujan bakalan reda,” gumam Dinar seraya menggulung rambutnya secara asal lalu beranjak keluar kamarnya.             Suasana pagi hari di rumah memang selalu ramai, apalagi pada hari libur seperti sekarang ini. Anak-anak berlari ke sana kemari, berm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN