Sudah tiga hari lamanya Harun hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Kondisinya semakin hari semakin memburuk. Hal itu tentu membuatnya harus dipindahkan ke ruangan ICU, ruangan di mana pasien berat dan kritis dirawat secara khusus, dengan perlengkapan khusus dan dipantau secara ketat. Kini Arya sendiri sedang berdiri mematung menatap iba tubuh sang papah yang telah dipasangi berbagai macam peralatan medis. Di saat seperti ini, sang mamah malah tak ada di sampingnya untuk memberikan dukungan padanya dan juga pelukan hangat yang teramat dalam Arya rindukan. Arya tak bisa berkata apa pun, sedari tadi ia berusaha sekuatnya untuk tidak menumpahkan air mata. Ia harus kuat. Papahnya tak boleh melihatnya menangis saat dia terbangun nanti. Namun, semua usaha yang telah ia lakukan sia-sia sa

