Suasana makan malam yang semula diharapkan menjadi malam membahagiakan justru berubah menjadi kacau. Darrel menarik Irene pergi, tanpa mempedulikan keadaan di ruang makan itu. Nyonya Ayu menghela napas. Ia kemudian berdiri dengan ekspresi kecewa. Ia menatap Nyonya Ratna dengan sorot mata tajam. "Ratna, aku tidak mengerti apa yang terjadi sekarang. Yang pasti, undanganmu kali ini adalah penghinaan bagi kami," ujarnya tegas. "Lain kali, kau bisa bicarakan semuanya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan!" "Nyonya, ini hanya salah paham. Kami—" "Bukan kami, tapi kau! Aku rasa, kau kembali melakukan kesalahanmu di masa lalu! Aku menyesal menerima undanganmu!" Ruangan mendadak sunyi. Semua orang terpaku mendengar kalimat itu. Livia memandang neneknya dengan panik, sementara Nyonya

