Irene duduk dengan gelisah, tangannya terus meremas ujung gaunnya. Matanya menatap kosong ke arah pintu taman, berharap Darrel segera kembali membawa Nala. Della dan Tania mencoba menenangkannya. “Irene, tenanglah. Nala pasti baik-baik saja. Darrel sedang mencarinya, dan petugas keamanan juga sudah turun tangan.” “Tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu? Kalau—” “Jangan berpikir yang tidak-tidak,” potong Tania cepat. “Nala anak yang pintar. Dia pasti baik-baik saja.” Saat itu, seorang pelayan datang dengan nampan berisi minuman. “Silakan, Ibu. Ini minuman untuk menenangkan Anda.” Tanpa berpikir panjang, Irene mengambil salah satu gelas dan langsung meneguknya hingga tandas. Tenggorokannya terasa kering, dan cairan dingin itu sedikit mengurangi kegelisahannya. Tapi hanya sebentar. Sekar

