Bab 37. Reuni Berantakan

1575 Kata

Setelah ketegangan dengan Maurin, suasana perlahan kembali normal. Musik lembut mengalun di aula yang penuh dengan tawa dan suara obrolan para alumni. Seorang pria paruh baya naik ke panggung dan mengambil mikrofon. "Selamat malam semuanya. Senang sekali bisa melihat wajah-wajah lama yang masih tampan dan cantik seperti dulu." Tawa kecil terdengar dari berbagai sudut ruangan. "Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua dalam reuni ini. Semoga malam ini menjadi momen yang menyenangkan untuk mengenang masa-masa sekolah kita." Para tamu bertepuk tangan, sementara Irene melirik Darrel yang masih tampak kesal. "Kau masih memikirkan Maurin?" bisik Irene. Darrel mendecak pelan. "Dia selalu menyebalkan. Aku heran kenapa dia masih saja memusuhimu." Irene te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN