"Viola, makan, yuk?" ucap Ibunya saat membuka pintu kamar. Viola sama sekali tak memberi jawaban. Masih duduk di depan jendela sambil menatap air di kolam renang. Ibunya melangkah, kemudian memegang kedua bahu Viola. "Ada kabar dari Mas Erwin dan Rena?" tanya Viola dengan suara serak. Ibu Viola menggeleng lemah. "Biar bagaimanapun hidup ini harus terus berjalan dengan atau tidak dengan mereka." Viola menyeka air mata yang selalu setia menggenangi pipinya seminggu terakhir. "Anterin aku ke rumah Zahra, Ma!" "Hmm, Zahra sekarang tinggal di panti asuhan lagi." Ibu Viola yang selalu memantau perkembangan Zahra memberi tahu. "Yaudah, ayo kesana!" "Tapi, makan dulu, ya?" Viola terdiam beberapa saat kemudian mengangguk ragu. *** Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam. Akhirnya Vi

