"Selamat, sebentar lagi Bapak akan punya momongan." Erwin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat mendengar kabar baik itu dari dokter Budiman. "Bu Zahra harus banyak-banyak beristirahat. Tidak boleh melakukan aktivitas yang melelahkan," ujar Sang Dokter lagi memberi nasihat. "Nggak usah ngurusin warung makan lagi, ya?" Erwin mengusap-usap pipi Zahra. Zahra mengangguk seperti anak kecil. "Hmm, tapi...," Zahra tampak berpikir. "Tapi bilangin sama Pak dokternya dulu jangan panggil aku pakai 'Bu' lagi, ya," jelas Zahra manja. Dokter itu hanya terkekeh. Erwin tersenyum sambil mencubit hidung Zahra, gemas. *** Pada tengah malam Zahra masih menggeliat resah tidak bisa tidur. Akhirnya ia menggoyang-goyangkan bahu Erwin yang terlelap di sebelahnya. "Mas, Mas, bangun!" Erwin mengucek

