Anak laki-laki bernama Rian itu tampak mengaktifkan sesuatu di jam tangannya. Kemudian memasang headsheet kecil ke telinganya. "Iya, dia anak dari mafia itu," lirihnya hati-hati. Agar lima anak yang sedang tertidur di sebelahnya tidak terbangun. "Nanti kalau gue dimutilasi duluan gimana?" tanya anak itu ketar-ketir. "Oke-oke, gue bakalan lakuin apa yang lo perintahin." Rena mengerjap-ngerjapkan matanya melihat anak laki-laki berkewarganegaraan Indonesia itu berbicara sendiri. "Kamu ngomong sama siapa?" tanya Rena sambil mengucek-ngucek mata sayunya yang habis bangun tidur. Rian langsung terjingkat kaget. Buru-buru ia mematikan ponsel berbentuk jam tangan yang ia kenakan. "Kamu bisa ngeliat setan, ya?" tanya Rena polos. "Udah tidur lagi sana!" Rian melototi Rena. "Ih, nyuruh-nyuru

