Brugg... Sebuah koper hitam berisi uang tunai sebesar 3 miliyar terhempas ke lantai. Pemiliknya menunduk, melihat istri tercintanya bertekuk lutut menghentikan langkahnya. Erwin menghela napas kasar, kemudian mendongak dengan mata yang sudah berlinangan air mata. Ia tak kuasa melihat Zahra menangis terisak-isak di hadapannya. "Jangan pergi, Mas, aku takut kamu kenapa-kenapa!" rengek Zahra sambil memegangi lutut Erwin. Erwin berjongkok, kemudian memeluk Zahra erat. Lelaki itu bisa merasakan getaran kecil di tubuh Zahra. Ia memejamkan matanya pedih sambil mencium puncak kepala Zahra. "Mas, aku mohon! Bagaimana dengan anak kita nanti, kalau kamu diapa-apakan sama mereka?" Zahra menenggelamkan kepalanya ke d**a bidang Erwin semakin dalam, seolah tidak ingin berpisah. "Mas, please, janga

