bertemu dengan penyihir Alice

1171 Kata
"dreamyland??? " orion mengangguk mantap. keduanya akhirnya sampai di depan rumah violet.sebelum masuk ke dalam,orion berpesan.. " malam ini beristirahatlah dengan nyenyak, nikmati waktumu selama disini.ketika langit sudah terang, kita akan kembali ke hutan" "baiklah" ketika orion hendak pulang kerumahnya, violet menghentikan nya "orion! " "ya! " "nama saya juga violet, bolehkah saya juga menjadi teman anda? " violet bertanya sambil menunduk malu. sikapnya membuat orion termenung dan berkata dalam hati "gadis yang selama ini ku kenal kasar, bisa jadi manis juga dengan tingkah malu2 nya" orion lalu menjawab "tentu saja, mulai sekarang bicaralah dengan santai kepadaku" jawabannya membuat violet tersenyum manis "terimakasih orion, selamat malam... " sebelum violet beristirahat di hari yang melelahkan itu, terlebih dahulu ia membersihkan dan menenangkan dirinya dalam bak mandi hangat yang bertaburan kelopak bunga mawar. disana violet di temani oleh sang pelayan yang membantu menggosok punggungnya.ia memandang majikannya yang termenung. "maaf bila saya lancang nona.seharian ini anda terlihat sangat aneh" "Aneh? " "anda terlihat kebingungan dan termenung seolah berada di tempat yang asing" violet pun berfikir sebentar.. "aku tidak boleh ketahuan" "sebenarnya seharian ini aku memikirkan bagaimana caranya untuk menjadi seseorang yang layak untuk di sebut lady.dan kau benar, aku memang sedang kebingungan memikirkan caranya" sang pelayan terlihat heran mendengar Jawaban majikannya "kenapa anda ingin berubah nona? " "apakah untuk menarik perhatian guru Miguel? " violet bicara dalam hati "guru Miguel itu guru baru yang di bicarakan ayah tadi siang ya? " "kau benar pelayan, ini untuk menarik perhatiannya" "aku ingin berubah agar dia menyukaiku" "kalau begitu saya akan membantu anda nona" sang pelayan terlihat bersemangat "oh ya... kulihat kau adalah pelayan yang paling sering membantuku,siapa namamu? " lagi2 sang pelayan terlihat kaget dengan sikap halus dan sopan majikannya "nama saya lily nona.biasanya nona hanya memanggil saya dan pelayan lainnya dengan sebutan pelayan.nona tidak pernah memanggil kami dengan nama" "kurasa itu permulaan yang bagus untuk menjadi baik kan? mengenali satu-persatunya orang2 ku" "benar nona" raut wajah lily terlihat bahagia. "mmm... lily.. apakah benar yang di katakan orion bahwa di tempat ini keanehan dan kejaiban adalah hal yang biasa? " "benar nona" "sebenarnya orang-orang itu lebih memilih tidak mencari tahu tentang bagaimana hal2 aneh tersebut bisa terjadi" "kenapa? " "apakah mencari tahu adalah hal yang berbahaya? " "begini nona... hal2 aneh adalah sesuatu yang jawabannya tidak bisa di cari di dalam buku, seberapapun keras mencarinya. tapi ada seorang penyihir bernama Alice yang selalu memiliki jawaban dari semua keanehan yang terjadi di tempat ini" "Alice?? " "sayangnya.... untuk bisa mendapatkan jawabannya, sang penyihir akan meminta bayaran yang sangat mahal" "harusnya uang bukan masalah besar untukku kan? " "ya nona! " "tapi sang penyihir tak mau di bayar dengan uang, ia kerap mengambil sesuatu yang berharga milik orang yang menanyainya,dan hal itu bisa berupa apa saja" Violet menelan ludah karna mulai merasa ngeri membayangkan betapa kejamnya si penyihir "bahkan rumornya ada yang harus membayar dengan nyawa setelah mendapat jawaban dari penyihir" suasana yang semula hangat itu seketika menjadi mencekam, violet lalu mencoba mengubah suasana seram itu dengan tertawa renyah "tentu saja itu hanya rumor yang beredar kan lily... " "iya nona... " "jadi.... dimana aku bisa menemuinya? " "menemui siapa...? " "tentu saja si Penyihir itu" "katanya sang penyihir tidak tinggal di suatu tempat, ia sulit di temui karna selalu berpindah-pindah" jawaban lily membuat violet kecewa, tapi lily lalu berbisik "tapi ada cara agar kita bisa menemuinya di dalam mimpi" "bagaimana caranya? " violet bertanya sambil menyipitkan mata bulatnya "caranya dengan menyebutkan namanya sebanyak 10 kali sebelum kita tidur,maka ia akan datang dengan sendirinya ke dalam mimpi kita" "jadi.... kau pernah mencoba bertemu dengannya lily? " "saya tidak berani nona.lagipula itu hanya rumor kan? bisa saja itu hanya kebohongan yang di buat2" Lily selesai menggosok tubuh violet, kini ia mulai menyiapkan handuk untuk mengeringkan tubuh majikannya. "sebaiknya anda juga tidak mencobanya nona,itu berbahaya" violet hanya tersenyum menanggapi peringatan dari pelayannya. Selesai mandi dan berpakaian,violet kini berbaring di ranjangnya bersiap untuk tidur.ia mengingat ucapan lily sebelumnya, bahwa untuk bisa bertemu dengan Alice, ia harus menyebutkan namanya sepuluh kali. ia tahu bahwa hal itu berbahaya, tapi mungkin saja hanya itu cara satu-satunya untuk ia dapat kembali ke dunianya. setelah menyebutkan namanya sepuluh kali, violet mulai memejamkan matanya dan masuk ke dalam mimpi. disana ia benar2 bertemu dengan Alice, namun tak seperti bayangannya, Alice bukanlah seorang nenek berwajah seram melainkan seorang gadis muda dengan wajah yang menawan. Ia duduk di tengah sebuah kedai yang gelap sambil menikmati secangkir teh, pakaiannya terlihat mewah seperti bangsawan wanita lengkap dengan topi dan jaring yang menutupi setengah wajahnya "kau Alice? " Tanya violet dari jauh. "Kemarilah..." Violet duduk di hadapan alice "Mau teh? " "Tidak,terima kasih" Alice menyeruput tehnya. "apakah kau yang membawa jiwaku kemari? Tolong kembalikan jiwaku ke tempat nya semula! " Alice tersenyum kecil menanggapi ucapan violet "Bukankah seharusnya kau berterimakasih terlebih dahulu? " Violet jadi salah tingkah karena sikapnya yang tidak sopan "Terimakasih telah menolongku Alice. Tapi.... Alice meletakkan cangkirnya dan menyela ucapan violet "walaupun ini tempat yang asing, tapi kau menikmatinya kan?harta yang melimpah, kasih sayang orangtua yang selalu kau dambakan bahkan kekasih tampan yang kau inginkan" "kekasih? " "Apakah maksudnya orion? " Pikir violet "kau benar, aku memang bahagia di tempat ini.tapi merebut hidup orang lain bukanlah hal yang baik" Alice tertawa mendengar alasan violet "perbuatan baik katamu???" Alice mengangkat cangkirnya lagi "setelah takdir memberikanmu kehidupan yang buruk, kau masih memikirkan tentang berbuat baik??? " Alice lalu mendekati violet dan berbisik "kau tidak merebut hidup siapapun,semua yang kau alami di tempat ini bisa jadi kilasan masa depan yang menunggumu" "masa depan? " Alice mangangguk. "bila kau ingin tahu,bangunlah dan lihat sendiri" Violet lalu bertanya sambil menunduk malu "Bagaimana bila aku memilih untuk tinggal disini saja? " Pertanyaan nya membuat Alice tertawa lebar "Omong kosong dengan berbuat baik" Alice menghabiskan teh di cangkirnya "Kau tidak berasal dari sini sayang, maka setiap kesakitan yang kau dapat di tempat ini akan menjadi 3 kali lipat rasanya. Artinya... Kau akan mati bila memilih tinggal di tempat ini" Alice kemudian hendak beranjak pergi. tapi violet menahannya "Lantas bagaimana caranya aku pulang! " "kau harus selesaikan misi pohon apel" "pohon apel? apa maksudmu? " Alice tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya meninggalkan violet.tapi Tiba-tiba langkahnya terhenti,ia berbalik lalu mencengkram wajah violet dengan kedua tangannya "aku hampir lupa mengambil bayaranku" alice langsung menyerap udara dari mulutnya,membuat violet terjatuh lemas.tapi ia masih memiliki kesadaran hingga dapat mendengar bisikan alice sebelum pingsan "Aku hanya minta setengah energimu sebagai bayaranku.Sebagai gantinya ku berikan kau peran di tempat ini sebagai seorang peri" Kesadaran violet akhirnya hilang sepenuhnya. Pagi pun datang menjelang.. Violet terbangun dari tidurnya dalam keadaan lemas. Ia menghela nafas panjang dan berkata "Tadi malam itu benar-benar mimpi yang mengerikan" Lily pelayannya masuk ke kamar violet untuk membantu nya bersiap2. Tapi ia terkejut melihat wajah sang nona yang pucat pasi karna berkurangnya energi Lily pun berteriak... "NONA VIOLET!!! " Nampan berisi s**u hangat yang di bawanya pun jatuh dan pecah,Suaranya mengejutkan keluarganya yang sedang sarapan di bawah. Orion yang ikut menunggu di bawah juga terkejut dan segera berlari ke kamar violet
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN