Orion cepat-cepat masuk kedalam kamar violet tapi terkejut karna tak sengaja melihat violet yang sedang berganti baju.
"Maaf"
Ujar orion seraya menutup kembali pintu kamarnya.
"Aku sudah selesai. Masuk lah orion "
Orion masuk ke kamar violet dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Orion yang khawatir lalu menyentuh dahi violet untuk memeriksa keadaan nya.
"Kau tidak demam"
"Aku baik2 saja Orion. Lily pelayan ku terlalu berlebihan"
Ibu dan ayah lalu menyusul ke kamar violet bersama dokter keluarganya.
Sang dokter memeriksa violet dengan seksama.
Ia menjelaskan bahwa violet hanya kelelahan, makan-makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup akan memperbaiki kondisi tubuhnya.
Semuanya terlihat lega karna violet baik2 saja. Sang ibu lalu berkata sambil mengusap kepala violet...
"Seharusnya kau hari ini belajar bersama guru miguel, tapi hari ini lebih baik beristirahat dulu"
"Tapi bu... Aku.. "
"Kau dengar kan nak?,apa yang di katakan dokter??"
"Iya ibu, aku mendengarnya dengan jelas. Tapi hari ini aku sangat ingin pergi ke taman"
Violet berkata sambil menatap Orion, berharap agar Orion membantunya bicara dan mendapatkan izin untuk pergi.
Ibu juga berkata pada Orion...
"Orion.. Tolong pastikan violet tidak pergi kemana-mana,ia harus banyak beristirahat"
Orion akan menjawab tapi violet menyela nya
"Bu.... Rasa lelah ini pasti akan hilang setelah aku sarapan. Kumohon biarkan aku pergi"
Violet mulai merengek
"bu.... "
Sang ibu akhirnya tak tega dengan rengekan anaknya,ia mengizinkan violet untuk pergi
"Baiklah,baiklah... Kau boleh pergi tapi jangan lama-lama. Dan harus langsung pulang setelah dari taman"
Violet mengembangkan senyum di wajahnya
".terimakasih bu.."
"Orion, ku titipkan violet padamu mulai hari ini dan seterusnya"
Orion meletakkan sebelah tangan ke dadanya sambil menunduk
"Aku berjanji akan menjaganya dengan nyawaku"
Ibu lalu keluar kamar sambil menepuk pundak Orion.
Violet berusaha mengisi energinya dengan sarapan pagi.
Anehnya walaupun ia sudah makan dan minum s**u, tubuhnya tetap terasa lemas.
Tapi sekuat tenaga ia tak menunjukan kondisinya pada Orion yang sedang menemaninya sarapan
"Kau yakin kuat ke hutan hari ini? "
Violet lalu meletakkan jarinya ke bibir Orion
"Sst.. Pelan kan suaramu, ibu hanya tahu bahwa kita ke taman bukan ke hutan"
"Baiklah.. "
Ucap Orion sambil menyingkirkan jari violet dari bibirnya.
"Aku kuat, tapi nanti kita berkuda dengan perlahan saja
Orion megiyakan permintaan violet.
***
Keduanya kemudian berkuda menuju hutan dengan perlahan,mereka sampai disana ketika matahari mulai meninggi.
Keduanya mendatangi pohon besar yang kemarin, tapi hal aneh terjadi pada pohon itu.
pohonnya sudah berbuah,total ada 4 buah apel berwarna merah yang tergantung di pohon, tanpa dedaunan dan bunga, hanya apel.
"Kenapa pohonnya jadi begini? "
Tanya Orion heran
Violet juga sama herannya. Tapi langsung teringat perkataan alice dalam mimpinya.
"Ini pasti yang di maksud misi pohon apel"
"Apa yang kau bicarakan? "
Violet tidak menjawab dan segera menarik satu buah apel, secara ajaib buah itu berubah menjadi secarik kertas dengan tulisan di dalamnya.
Keduanya lalu membaca kertas itu bersama-sama...
" misi mu yang pertama adalah menemukan cara mengisi kembali energimu.
bila berhasil, pohon ini akan membuat garis pintu untukmu pulang.
Datang ke istana malam ini mungkin akan membantu. Tertanda Alice"
Setelah dibaca Kertas itu segera menghilang menjadi debu
"Apa maksudnya violet? "
"Lalu Alice. Alice si penyihir? "
Violet pun terpaksa menceritakan apa yang terjadi semalam pada orion, saat itu ia hanya mendengarkan tanpa menyela.
Tapi selesai violet bercerita, ia melihat wajah orion terlihat kesal.
Dengan judesnya ia lalu mengajak violet pulang dan bersiap untuk pergi ke istana mengikuti instruksi Alice.
"Ya sudah. Ayo kita pulang dan bersiap ke istana!! "
Violet bisa merasakan kekesalan orion kepadanya,ia yang merasa bersalah lalu menarik tangan orion yang sudah berbalik akan pergi
"Apa kau marah orion? "
Belum sempat orion menjawab, violet lalu jatuh berlutut sambil menunduk.
Orion berbalik dan melihat violet dalam keadaan berlutut.
"dia benar-benar menyesal sampai berlutut? " Gumamnya
Ia lalu menjawab pertanyaan violet
"Dengarkan aku sekali lagi violet. Aku yang membawamu kemari, maka akulah yang bertanggungjawab untuk membawamu pulang dengan selamat"
Violet tidak bergeming mendengar jawaban Orion.
"Jadi apapun yang terjadi padamu, atau apapun yang kau rencanakan, kau harus menceritakan semuanya padaku."
Violet masih diam menunduk. Ia lalu mengangkat dagu violet seraya berkata..
"Bisakah kau berjanji padaku, untuk tidak menyembunyikan apapun lagi dariku? "
Violet sempat menatap lemah mata Orion lalu terjatuh. Orion dengan sigap menangkap tubuh violet.
"Kau kenapa? "
tanya Orion setelah membaringkan tubuh violet di pangkuannya.
Violet tidak hilang kesadaran sehingga bisa menjawab Orion..
"Aku sudah berusaha menahannya sejak tadi. Tapi sekarang aku sudah tidak kuat lagi"
"Apa maksudmu? "
"Aku sudah sarapan banyak pagi ini, tapi energi tubuhku hanya bertambah sedikit saja"
"Dasar bodoh!!Harusnya kau tidak perlu memaksakan diri untuk pergi "
"Aku harus segera menemukan cara untuk mengisi energi kalau tidak mau mati"
"Apa? "
"Alice bilang, aku tidak berasal dari sini, sehingga semakin lama aku berada disini, semakin besar peluangku untuk mati"
Orion terdiam mendengar penuturan lemah dari violet, ia akan sangat merasa bersalah kalau sampai violet sahabat barunya itu mati.
"Sepertinya kita harus beristirahat sejenak disini"
Ujar Orion.
Matahari saat itu tepat berada di atas kepala mereka,membuat panasnya terasa menyengat.
Orion pun melepas jubah miliknya dan menggunakannya sebagai penghalang panas.
"mati di tempat ini sepertinya ide bagus. Setidaknya aku mati dalam keadaan bahagia.Temanmu violet juga bisa kembali menjalani hidupnya disini"
Ucapan violet membuat Orion tersenyum kecut.
"Semua kehidupan itu berharga, entah itu hidupmu atau hidupnya. Kau tidak boleh menyerah pada takdir dan berusaha meraih bahagiamu"
"Kau sangat baik dan bijak Orion"
Pikir violet
"Oh ya...aku ingat Alice bilang bahwa di tempat ini peranku sebagai peri"
"Benarkah? "
"Iya.apa maksudnya? "
"Di tempat ini peri adalah makhluk yang luar biasa karna dapat mengabulkan semua harapan"
"Hebat sekali"
"Kecuali satu yang tak bisa dia kabulkan"
"apa?
" Harapan miliknya sendiri.Kecuali orang lain memohon untuk sang peri"
Hawa panas membuat keduanya semakin kepanasan dan kehausan, keringat bercucuran membasahi keduanya, pandangan violet juga mulai kabur.Air yang di bawa Orion sudah habis di minum.
"Sangat menyenangkan bila saat ini aku bisa berendam dalam air yang dingin sambil menikmati segelas jus"
Wajah Orion tiba-tiba berubah cerah, ia punya ide
"Bagaimana kalau kita buktikan ucapan alice sekarang? "
"Aku akan memohon dan kau me ngabulkannya"
Violet mengangguk sambil tersenyum.
"Aku mohon.. Saat ini bawalah aku pulang ke rumah bersama kudaku. Biarkan kami beristirahat di halaman rumah. Dan berikanlah violet saat ini dapat berendam dalam air dingin di rumahnya sambil menikmati segelas jus"
Violet yang masih lemah berusaha menjawab permohonan Orion
"Aku mengabulkannya"
Seketika keduanya sudah tidak berada di hutan lagi.